"Guiding Block" Trotoar di Puspiptek Tangsel Hanya Dicat, Pemprov Banten: Sudah Dianggarkan

2026-01-14 04:58:57
SERANG, - Pemerintah Provinsi Banten angkat bicara terkait viralnya trotoar di Jalan Raya Puspiptek Serpong, Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan (Tangsel).Pasalnya, guiding block untuk tunanetra di depan SMPN 8 Tangsel tersebut hanya berupa cat, bukan lantai pemandu khusus.Baca juga: Pengendara Motor Patah Kaki Usai Tabrak Lubang Jalan di TangselKepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banten Arlan Marzan mengatakan, trotoar sepanjang 190 meter itu sejak awal dibangun pada 2014 tidak memiliki guiding block."Memang dari awal pembangunannya itu enggak ada guiding block-nya," kata Arlan saat dihubungi Kompas.com, Senin .Sehingga, kata Arlan, pada tahun 2025 UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Tangerang DPUPR Banten melakukan pemeliharaan dengan mengecat trotoar agar terlihat cantik dan estetik.Pemeliharaan dilakukan karena kondisi jalur pedestrian tersebut sudah banyak titik yang rusak dan terlihat lusuh."Kondisinya udah agak rusak-rusak trus sama Hamdan (Kepala UPTD PJJ Tangerang) diperbaiki, dicat, diperbaiki juga biar cantik, biar estetik," ujar dia.Baca juga: Guiding Block Tanpa Tekstur di Trotoar Tangsel, Dulu Dicat Kuning Kini Abu-abu"Tadinya ada warna kuningnya, kan kurang bagus, lalu diganti abu-abu, biar natural lah," sambung Arlan.Arlan mengungkap, pemasangan guiding block di trotoar kiri dan kanan jalan tersebut sudah dianggarkan pada APBD tahun 2026."Pemasangan guiding block sudah dianggarkan di tahun 2026 Udah, tahun 2026 kita siapin, biar sekalian karena sudah rapi, paling target sebelum lebaran (sudah dipasang)," kata dia.Baca juga: Trotoar Puspiptek yang Dikritik Warga Bukan Kewenangan Pemkot TangselSebelumnya, trotoar di Jalan Raya Puspiptek Serpong, Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan (Tangsel), menuai kritik warga.Pasalnya, guiding block untuk tunanetra di lokasi tersebut hanya berupa cat, bukan lantai pemandu khusus.Kritik ini ramai dibahas di media sosial setelah diunggah akun Instagram @seputartangsel pada Sabtu .Dalam video tersebut, trotoar sepanjang lebih dari 100 meter terlihat dicat menyerupai guiding block.Cat berwarna kuning diaplikasikan di jalur yang seharusnya menjadi lantai pemandu bagi penyandang disabilitas.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Lebih lanjut, Purwadi menyampaikan arahan terkait reformasi birokrasi dari Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan birokrasi harus semakin responsif dan tidak mempersulit masyarakat.Birokrasi juga diminta memiliki komitmen yang kuat terhadap efektivitas alokasi anggaran dan pemberantasan korupsi serta kebocoran anggaran.“Sebab, tanpa integritas, tidak mungkin kita membangun birokrasi yang dipercaya publik,” ungkapnya. Baca juga: Menteri PANRB Rini Raih Penghargaan Adibhakti Sanapati 2025 dari BSSNPerlu diketahui, mulai 2023, Kementerian PANRB mendorong pelaksanaan evaluasi Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Mandiri di sejumlah kementerian/lembaga.Sampai saat ini, penilaian tersebut diperluas pada 19 kementerian/lembaga (K/L) dan lima pemerintah provinsi termasuk Mahkamah Agung (MA).Purwadi juga memberikan apresiasi kepada MA yang telah menunjukkan upaya memperkuat integritas ke tahap yang lebih matang. “Capaian ini merupakan buah dari kerja keras, komitmen dan keteladanan dalam menjaga integritas serta meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat,” katanya.Dia menyampaikan, untuk menjaga keberlanjutan reformasi birokrasi, diperlukan upaya untuk memastikan langkah-langkah ke depan berjalan dengan konsisten, menyeluruh, dan semakin berdampak.Baca juga: Menteri PANRB Dukung Badan Narkotika Nasional Akselerasi Program P4GNPertama, pembangunan zona integritas harus terus diperluas. Kedua, pemanfaatan digitalisasi proses peradilan perlu ditingkatkan. Ketiga, memperkuat mekanisme pengawasan dan pencegahan korupsi. Keempat, kualitas sumber daya manusia (SDM) peradilan harus terus ditingkatkan secara berkelanjutan serta perlu kolaborasi yang berkelanjutan.Prestasi tersebut bukan hanya untuk keberhasilan administratif, tetapi wujud inspirasi bagi satuan kerja lain untuk terus melakukan perbaikan dan memperkuat budaya kerja yang berkualitas.“Saya berharap, upaya ini menjadi pemicu bagi lahirnya lebih banyak perubahan konkret yang memberi dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya. Baca juga: Target Penempatan 500.000 PMI pada 2026, Menteri PANRB Siap Dukung Penguatan Kelembagaan Kementerian P2MI

| 2026-01-14 04:31