Banjir Barang Impor, Menteri UMKM: Banyak Masuk Lewat Perusahaan Ekspedisi dan Kargo...

2026-01-12 06:18:52
Banjir Barang Impor, Menteri UMKM: Banyak Masuk Lewat Perusahaan Ekspedisi dan Kargo...
JAKARTA, - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyebut barang-barang impor yang membanjiri Indonesia masuk melalui perusahaan ekspedisi dan kargo.Maman mengatakan, selama ini banyak pihak melihat Indonesia kebanjiran barang murah dari luar negeri akibat ulah mafia impor.Padahal, barang-barang itu bisa masuk karena tidak adanya pengawasan terhadap perusahaan ekspedisi dan kargo.“Ternyata salah satu penyebabnya adalah tidak ada pengawasan yang ketat dan baik terhadap perusahaan-perusahaan ekspedisi dan kargo,” kata Maman saat ditemui di acara Bisnis Indonesia Group (BIG) Conference di Jakarta, Senin .Baca juga: UMKM Sulit Tumbuh, Maman: Barang Impor Luar Biasa Mengerikan“Karena ini semua masuknya melalui perusahaan-perusahaan ekspedisi dan kargo-kargo kita,” tambahnya.Politikus Partai Golkar itu mengatakan, para importir membeli barang dalam jumlah besar dari China.Kemudian, mereka bekerja sama dengan perusahaan ekspedisi untuk membawa masuk barang itu ke Indonesia.Dengan cara itu, pemerintah tidak mengetahui berapa jumlah barang yang masuk.“Berapa kualifikasinya misalnya item barang A. Berapa sih yang boleh diimpor? Apakah 10.000 item, 20.000 item, atau 30.000 item, atau 100.000 item? Ini enggak jelas nih,” tutur Maman.Pemerintah dan masyarakat belakangan mengetahui barang-barang murah dari China membanjiri pasar dengan harga sangat murah.Akibatnya, industri dan UMKM dengan produksi sejenis sulit sekali berkembang hingga memecat karyawannya.“Setelah salah satunya kita identifikasi, salah satu penyebabnya adalah tidak ada pengawasan yang ketat kepada perusahaan-perusahaan importir dan kargo kita serta ekspedisi,” kata Maman.Menurut politikus Partai Golkar itu, Indonesia kebanjiran barang impor tidak terlepas dari peran oknum Bea dan Cukai.Oleh karena itu, Kementerian UMKM, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Keuangan sepakat akan menindak fenomena banjir impor.Ia menegaskan, pemerintah tidak bermaksud anti terhadap kegiatan importasi, melainkan membatasi guna melindungi industri dan UMKM dalam negeri.“Maksud saya harapannya, kalau barang-barang yang kita sudah bisa produksi dalam negeri, ya itu dibatasi lah,” ujar Maman.“Misalnya kita sudah bisa bikin baju, bikin industri tekstil, itu kan dampaknya industri kecil menengah kita akhirnya lay off karyawan, karena dihantam dengan produk-produk ini,” tambahnya.Baca juga: Prabowo Sebut Sawit Bisa Jadi BBM dan Kurangi Ketergantungan Impor


(prf/ega)