PATI, - Komunitas seni rupa Taring Padi memeriahkan Festival Kendeng 2025 yang digelar di Dukuh Misik, Desa Sukolilo, Kabupaten Pati, Kamis .Mereka memamerkan sejumlah karya lukis yang merekam perjuangan masyarakat mempertahankan Pegunungan Kendeng dari kerusakan lingkungan.Di berbagai sudut festival, lukisan-lukisan bertema pelestarian Kendeng terpajang.Namun, satu karya raksasa berukuran 4 x 6 meter paling menyita perhatian pengunjung.Lukisan berjudul “Kendeng Lestari, Nyawiji Kanggo Ibu Bumi” itu menjadi representasi visual paling kuat yang menggambarkan perjuangan warga Kendeng.Baca juga: Batalyon Bakal Berdiri di Kawasan Pegunungan Kendeng Pati, Bupati Sudewo Minta Penghijauan“Ini adalah potret dari apa yang dilakukan sedulur-sedulur Kendeng, JMPPK, Sedulur Sikep, dan Wiji Kendeng. Kami mencoba mengilustrasikan aktivitas dan semangat mereka dalam menjaga Kendeng,” ujar Fitri, salah satu seniman Taring Padi.Lukisan tersebut terbagi dalam dua sisi kontras.Di sisi kiri, wajah Samin Surosentiko dan sejumlah tokoh perjuangan pelestarian Kendeng.Sementara di sisi kanan, sosok Joko Widodo, Ganjar Pranowo, serta aparat negara. Di bagian tengah lukisan, tergambar aksi pengecoran kaki, simbol ikonik perlawanan warga Kendeng.“Sisi kiri menggambarkan aktivitas yang dilakukan masyarakat Kendeng, sementara sisi kanan adalah gambaran pihak-pihak yang merusak Pegunungan Kendeng melalui penambangan dan kebijakan,” jelas Fitri.Baca juga: Aktivis Lingkungan Pati Gunretno Mengaku Dipanggil Polisi Usai Tolak Tambang di Pegunungan KendengProses pengerjaan lukisan ini memakan waktu tiga hingga empat pekan, melibatkan sekitar 10 seniman dan relawan.Karya tersebut rampung pada 2023 dan sempat dipamerkan di Australia sebelum akhirnya “pulang” ke Kendeng.Menurut Fitri, proses kreatif lukisan ini bukan sekadar kerja artistik, melainkan perjalanan belajar yang panjang.Diskusi demi diskusi dilakukan untuk merumuskan konsep, tema, hingga detail terkecil.
(prf/ega)
Lukisan Raksasa Curi Perhatian di Festival Kendeng Pati, Pernah Dipamerkan di Australia
2026-01-11 22:36:21
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:35
| 2026-01-11 22:10
| 2026-01-11 21:29
| 2026-01-11 20:52
| 2026-01-11 20:40










































