Kecelakaan Pesawat di Kentucky Tewaskan 7 Orang, Ini Kronologi dan Kata Saksi Mata

2026-02-02 21:59:59
Kecelakaan Pesawat di Kentucky Tewaskan 7 Orang, Ini Kronologi dan Kata Saksi Mata
 - Sebuah pesawat kargo milik UPS jatuh di dekat Bandara Internasional Louisville Muhammad Ali, Kentucky, Amerika Serikat (AS) tak lama setelah lepas landas pada Selasa malam.Gubernur Kentucky, Andy Beshear, mengatakan pesawat tersebut menabrak dua bangunan bisnis di sekitar bandara.Gambar dan rekaman video dari lokasi kejadian memperlihatkan api besar berkobar dan asap hitam pekat membubung ke udara, dikutip dari Sky News, Selasa.Beshear menggambarkan insiden itu sebagai bencana, dan meminta warga setempat untuk mematuhi perintah berlindung di tempat.“Siapa pun yang melihat gambar dan video kecelakaan itu tahu betapa dahsyatnya benturan tersebut,” ujar Beshear, dikutip dari The New York Times, Selasa.Baca juga: Profil dan Spesifikasi Pesawat Airbus A400M, Seberapa Canggih?Menurut Otoritas Penerbangan Federal AS (FAA), kecelakaan terjadi sekitar pukul 17.15 waktu setempat, ketika pesawat lepas landas menuju Honolulu, Hawaii.Pesawat jenis McDonnell Douglas MD-11 itu sempat naik hingga ketinggian 175 kaki (sekitar 53 meter) sebelum tiba-tiba menukik tajam dan jatuh sekitar satu menit setelah lepas landas.Salah satu video memperlihatkan pesawat tampak terbakar saat masih di landasan pacu, berusaha lepas landas namun gagal, lalu jatuh dan meledak, menimbulkan bola api besar.Pesawat diketahui membawa sekitar 38.000 galon bahan bakar saat kecelakaan terjadi. Dua bangunan di darat turut rusak parah akibat ledakan.Adapun, dua bangunan yang tertabrak adalah perusahaan pengelola limbah dan toko suku cadang mobil.Dalam pernyataan di media sosial, Beshear mengonfirmasi jumlah korban tewas meningkat dari tiga menjadi sedikitnya tujuh orang, dan angka itu diperkirakan masih bisa bertambah.Tiga orang dilaporkan berada di dalam pesawat, sementara 11 orang lainnya terluka di darat.Lebih dari 100 petugas pemadam kebakaran telah dikerahkan untuk memadamkan api yang berkobar hebat di lokasi kecelakaan.Baca juga: Pesawat Airbus A400M Pertama untuk TNI AU Tiba di Indonesia, Ini Harga dan SpesifikasinyaKepala operasional Grade A Auto Parts, Joey Garber tengah berada di kantornya ketika listrik tiba-tiba padam dan bangunan bergetar.“Kami mendengar serangkaian ledakan,” kata dia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-02-02 22:53