Pergerakan Penumpang di Bandara Juanda Melonjak, Diprediksi Kembali Naik Jelang Tahun Baru

2026-02-01 04:32:26
Pergerakan Penumpang di Bandara Juanda Melonjak, Diprediksi Kembali Naik Jelang Tahun Baru
SIDOARJO, - Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, mencatat lonjakan pergerakan penumpang selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).Volume harian penumpang menembus lebih dari 48.000 orang. Angka tersebut diperkirakan kembali meningkat seiring berakhirnya masa libur Nataru.General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, menyampaikan bahwa peningkatan jumlah penumpang sudah terlihat sejak satu minggu sebelum Natal. Puncak arus penumpang tercatat pada Rabu dengan total 48.364 penumpang dengan total 310 pergerakan penerbangan."Dalam sepekan terakhir, jumlah penumpang harian stabil di atas 40.000 orang, dan puncaknya terjadi kemarin dengan 48.364 penumpang," ujarnya, Kamis .Baca juga: AirNav Modifikasi Cuaca demi Kelancaran Penerbangan Nataru di Bandara JuandaMenurut Tohir, Jakarta (Bandara Soekarno–Hatta) dan Bali menjadi rute domestik paling diminati selama periode Posko Nataru. Hingga saat ini, total penumpang tujuan Soekarno–Hatta mencapai 89.000 orang, disusul Bali sebanyak 42.000 penumpang."Sementara untuk rute internasional, Kuala Lumpur tercatat melayani 21.000 penumpang dan Singapura 18.000 penumpang. Angka tersebut diperkirakan masih berpotensi meningkat hingga akhir masa liburan," tambahnya.Baca juga: Puncak Arus Nataru di Bandara Juanda Diprediksi pada 21 Desember 2025 dan 3 Januari 2026Sementara itu, penumpang yang mulai melakukan perjalanan pada Kamis mayoritas merupakan wisatawan yang hendak menghabiskan masa liburan Nataru di sejumlah destinasi wisata. Salah satunya Ninda, penumpang tujuan Bali yang berangkat bersama keluarganya."Tujuan ke Bali, mau liburan sama keluarga, mau habiskan masa liburan sama anak-anak di sana," ujar Ninda saat menunggu jadwal penerbangan.Ia menambahkan, tiket penerbangan yang dipesan lebih dari satu bulan sebelumnya didapat dengan harga lebih rendah dibandingkan tarif saat periode liburan Nataru."Belinya lebih dari sebulan lalu. Waktu itu harganya sekitar Rp 600.000 per orang, lumayan lebih murah," tuturnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Hingga kini, tolok ukur tersebut baru mampu dicapai Ducati, yang mendominasi klasemen konstruktor dengan enam gelar juara beruntun.Honda tercatat sebagai pabrikan pertama yang naik level dalam sistem konsesi sejak skema A-B-C-D diberlakukan pada awal 2024.Honda berhasil melampaui ambang batas 35 persen poin, sehingga berhak bergabung dengan KTM dan Aprilia di kategori C.Baca juga: Cara Mengecas Motor Listrik yang Bikin Baterai AwetDengan perubahan itu, Yamaha kini menjadi satu-satunya pabrikan yang masih berada di kategori D.Dok. HRC Aleix Espargaro menjadi pebalap tes untuk Honda Racing Corporation (HRC)Kondisi tersebut membuat Yamaha tetap menikmati konsesi penuh, termasuk kebebasan pengembangan mesin serta tes privat bersama pebalap utama.“Ini soal di mana kami harus berada, kami harus ada di A. Jadi ini adalah langkah pertama yang logis yang harus kami lakukan,” kata Espargaro, dikutip dari Crash, Selasa .Kenaikan peringkat Honda tidak lepas dari performa solid pada akhir musim 2025.Pada seri penutup musim, Luca Marini finis di posisi ketujuh, hasil krusial yang dibutuhkan Honda untuk melampaui ambang batas poin konsesi.Baca juga: Persiapan Touring Libur Nataru: Ini Item yang Harus Dibawa BikerSelain Marini, performa positif juga ditunjukkan Joan Mir yang meraih beberapa podium, serta Johann Zarco yang berhasil memenangi satu balapan.AFP/LOIC VENANCE Pebalap LCR Honda, Johann Zarco, memacu motornya selama sesi latihan bebas di MotoGP Perancis 2025 di Sirkuit Le Mans pada 10 Mei 2025.Zarco pun menutup musim sebagai pebalap Honda terbaik di klasemen dunia, finis di posisi ke-12, unggul enam poin dari Marini.Espargaro turut menyoroti intensitas program pengujian yang dijalani Honda sepanjang musim. “Sungguh luar biasa seberapa banyak kami bekerja. Saya menjalani tes di Malaysia, lalu kembali ke Eropa, kemudian ke Aragon sebelum tampil wild card di Valencia. Ini menunjukkan besarnya komitmen Honda,” ujarnya.Terkait minimnya konsesi yang dimiliki Ducati, Espargaro membandingkannya dengan perkembangan motor Honda selama musim berjalan. “Dengan segunung material dan ratusan lap pengujian, perubahan motor dalam enam bulan terakhir sungguh luar biasa,” katanya. “Honda membawa banyak pembaruan untuk Joan dan Luca. Misalnya, kami memiliki tiga pembaruan mesin selama musim berjalan, dan mesin yang digunakan sekarang sangat cepat,” ucap Espargaro.Mulai seri pembuka MotoGP 2026, Honda akan bergabung dengan Ducati, KTM, dan Aprilia dalam aturan pembekuan mesin.Sementara itu, era baru MotoGP dengan mesin 850 cc dijadwalkan resmi dimulai pada 2027.

| 2026-02-01 04:25