Evakuasi Sayap Pesawat Nyangkut di Bogor Imbas Puting Beliung Tunggu Alat Berat

2026-01-14 05:11:58
Evakuasi Sayap Pesawat Nyangkut di Bogor Imbas Puting Beliung Tunggu Alat Berat
Sayap pesawat bekas yang nyangkut di atap rumah warga setelah diempas puting beliung di Kemang, Bogor, belum dievakuasi. Proses evakuasi masih menunggu alat berat."Tim evakuasinya nanti kami sedang bekerjasama dengan pemilik dari kuburan pesawat tersebut. Pemilik (sayap pesawat bekas) akan bekerjasama dengan BPPD dan akan menurunkan crane, yang akan mengangkat bagian daripada pesawat tersebut, yang menimpa rumah warga kami," kata Kepala Desa Pondok Udik M Sutisna ditemui di lokasi, Senin (29/12/2025)."Dalam hal penanganan ini, kami sudah bekerja sama dengan Muspika, BPPD Kabupaten Bogor, Babinmas, Babinsa, perangkat desa semuanya ikut terjun, untuk dapat membantu kepada warga yang terdampak daripada musibah puting beliung ini," imbuhnya.Sayap pesawat bekas tersebut terempas dari tempatnya di penampungan atau 'kuburan' pesawat bekas. Lokasi penampungan berada sekitar 300 meter dari rumah warga yang tertimpa.Sayap pesawat tersebut terhempas puting beliung hingga terbang melewati jalan raya, lalu jatuh ke rumah warga. Di lokasi, tampak sejumlah pohon tumbang, bangunan warung, dan atap rumah rusak dihempas puting beliung. Hingga pukul 20.00 WIB, sayap pesawat bekas belum dievakuasi dan masih menggantung di antara rumah warga."Hari ini jam 14.30 terjadi puting beliung yang sangat singkat, kurang lebih tidak ada dua menit kejadian ini, langsung membawa terbang bagian bangkai pesawat tersebut, menimpa dua rumah warga kami," kata Sutisna.Sutisna menyebutkan bagian pesawat yang terbang terbawa puting beliung berasal dari gudang atau 'kuburan' pesawat bekas yang berada sekitar 300 meter dari rumah warga. Bagian yang menimpa rumah warga diduga bagian sayap pesawat."Kalau kita melihat daripada hal tersebut, ini bagian daripada sayap. Potongan sayap pesawat yang ada di kuburan pesawat tersebut, terbawa angin puting beliung," kata Sutisna.Lihat juga Video 'Kondisi Rumah Warga Hancur Usai Tertimpa Bangkai Pesawat Bekas di Bogor':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-01-14 03:49