Jalan Karet Pasar Baru Jakpus Akhirnya Diaspal Setelah Lebih dari 30 Tahun

2026-01-12 04:55:27
Jalan Karet Pasar Baru Jakpus Akhirnya Diaspal Setelah Lebih dari 30 Tahun
JAKARTA, - Jalan Karet Pasar Baru Barat, yang berada di samping TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, kini resmi selesai diaspal.Sejak 1993, Jalan Karet Pasar Baru Barat belum pernah mendapatkan fasilitas pengaspalan.Pengaspalan ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan warga dan mempermudah akses transportasi setelah jalan sepanjang 800 meter sebelumnya berupa tanah berbatu.Pantauan Kompas.com, Rabu , jalan yang telah tertutup lapisan aspal tampak ramai dilalui warga, baik yang mengendarai motor maupun berjalan kaki.Beberapa warga membawa tas belanja, menjemput anak di SD Negeri 13 Karet Tengsin, atau menggelar dagangan makanan dan minuman.Baca juga: Hidup dari Gunungan Sampah Bantargebang, Andi Raup Rp 30 Juta per Bulan dari Limbah PlastikBeberapa pedagang keliling, seperti pedagang ikan hias, cilok, dan es potong, juga tampak beraktivitas di sepanjang jalan.Beberapa balita bahkan terlihat bermain sepatu roda dengan didampingi orangtuanya.Kondisi Jalan Karet Pasar Baru Barat kini jauh lebih ramai dibandingkan saat dikunjungi Kompas.com pada 28 November 2025, ketika aktivitas di jalan relatif sepi.Lela (56), warga setempat, menyampaikan lega atas pengaspalan jalan tersebut."Alhamdulillah sudah tidak berdebu, tidak becek lagi. Nanti kalau kemarau tidak lagi batuk-batuk," tutur Lela kepada Kompas.com.Baca juga: Bagaimana UMP Jakarta 2026 Ditetapkan? Ini Rumus dan Simulasi KenaikannyaIa juga menilai ruas jalan baru ini menjadi ruang berkumpul warga."Sekarang dari pagi sampai sore, ada saja kegiatannya. Pagi orang jalan kaki, mencoba jalan baru ini buat olahraga jalan. Pagi-siang warga kumpul-kumpul begini," katanya.Menurut Lela, sore hari anak-anak dan remaja kini memiliki tempat untuk bermain badminton, sepak bola, hingga sepatu roda.Namun, ia dan warga lain masih menghadapi kendala terkait larangan berdagang di pinggir jalan."Katanya kalau berjualan tapi tidak permanen boleh. Misalnya bawa meja buat naruh dagangan boleh, nanti siang atau sore dibersihkan. Tapi kami takut kalau ternyata itu tidak boleh juga," ungkap Lela.Baca juga: Anggota Polda Metro Akui Jadi Pelapor Demo Ricuh di DPR Atas Perintah Pimpinan


(prf/ega)