- Bibit Siklon Tropis 93S yang terpantau di Samudra Hindia bagian barat daya Jawa Barat dipastikan memiliki potensi berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 hingga 72 jam ke depan.Meski pusat sistem diprakirakan bergerak menjauhi wilayah Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tetap mengingatkan masyarakat, khususnya di Jawa Barat, untuk mewaspadai dampak tidak langsung berupa cuaca ekstrem.Berdasarkan analisis Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta pada Minggu pukul 19.00 WIB, Bibit Siklon Tropis 93S terpantau berada di sekitar koordinat 12,1 derajat Lintang Selatan dan 103,8 derajat Bujur Timur.Sistem ini memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 35 knot dengan tekanan udara minimum sekitar 996 hPa.Baca juga: Bibit Siklon Tropis 93S Berpotensi Jadi Siklon Malam Ini, BMKG Ungkap Wilayah yang Terdampak Gelombang TinggiBMKG menjelaskan bahwa Bibit Siklon Tropis 93S saat ini berada dalam Area of Monitoring (AoM). Dengan kondisi atmosfer yang mendukung, sistem ini memiliki potensi tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis kategori 1 hingga kategori 2.Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Teguh Rahayu, menyampaikan bahwa meskipun pusat siklon diprakirakan bergerak ke arah barat menjauhi Indonesia, potensi dampak tidak langsung tetap perlu diantisipasi secara serius.“Bibit Siklon Tropis 93S memang diprakirakan bergerak ke arah barat menjauhi Indonesia, namun dampak tidak langsungnya masih berpotensi memicu hujan lebat disertai angin kencang dan gelombang tinggi, terutama di wilayah pesisir dan perairan selatan Jawa Barat,” ujar Rahayu, Senin .Baca juga: BMKG Antisipasi Siklon 93S Picu Cuaca Ekstrem, BPBD Jabar Sebar Peringatan DiniMenurut Rahayu, kondisi atmosfer di sekitar Bibit Siklon Tropis 93S saat ini sangat mendukung penguatan sistem.Beberapa faktor utama yang memengaruhi antara lain suhu muka laut yang relatif hangat, tingkat kelembapan udara yang tinggi, serta geseran angin vertikal yang tergolong lemah.Kombinasi faktor-faktor tersebut memungkinkan sistem untuk terus terorganisasi dan meningkatkan intensitasnya dalam beberapa hari ke depan.Oleh karena itu, kewaspadaan dini dinilai sangat penting, meskipun siklon tidak bergerak langsung menuju wilayah Indonesia.Baca juga: BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem 19–25 Desember di Jabar, BPBD Mitigasi di Wilayah Rawan IniBMKG mencatat dampak tidak langsung dari Bibit Siklon Tropis 93S dapat dirasakan di sejumlah wilayah, khususnya di bagian selatan Pulau Jawa.Dampak tersebut meliputi potensi hujan lebat, angin kencang, serta gelombang laut kategori sedang hingga mencapai ketinggian sekitar 2,5 meter.Wilayah perairan yang perlu diwaspadai antara lain perairan selatan Banten hingga Nusa Tenggara Barat, termasuk Samudra Hindia di selatan Jawa Barat. Kondisi ini berisiko mengganggu aktivitas pelayaran, nelayan, serta kegiatan wisata bahari.“Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor, serta nelayan yang beraktivitas di laut selatan Jawa,” kata Rahayu.Baca juga: BMKG Rilis Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang 22-23 Desember 2025BMKG Bandung mengimbau masyarakat untuk secara aktif memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan secara resmi.Warga juga diminta tidak mudah terpengaruh oleh isu atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.“Kami mengimbau masyarakat selalu mengakses informasi resmi BMKG dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah serta aparat setempat demi keselamatan bersama,” ujar Rahayu.Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dan Kompas.com dengan judul "Siklon 93S Pengaruhi Kecepatan Angin di Jabar, Waspadai Bencana Hidrometeorologis".
(prf/ega)
Meski Menjauh dari Indonesia, Bibit Siklon 93S Picu Ancaman Cuaca Ekstrem di Jabar
2026-01-12 06:46:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:05
| 2026-01-12 06:27
| 2026-01-12 05:18
| 2026-01-12 04:40










































