SUBANG, - Memasuki libur Nataru, penjual nanas di jalur wisata Ciater, Subang kembali menjamur.Tak hanya penjual nanas, durian, manggis dan alpukat pun marak di jalur wisata Ciater-Lembang tersebut.Sebelumnya jalur wisata Ciater sepi pedagang setelah penggusuran lapak/kios nanas yang dilakukan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dengan kompensasi ganti rugi Rp 5.000.000-Rp 10.000.000 per pemilik kios.Baca juga: Dedi Mulyadi Akan Ubah Lahan Sayur Puncak–Ciater Jadi Perkebunan TehSekalipun penjual nanas kembali marak di Jalur wisata Ciater, para pedagang mengeluhkan sepinya pembeli.Ini sejalan dengan sepinya pengunjung atau wisatawan yang berwisata ke kawasan Ciater."Iya, musim Nataru tahun ini sangat sepi pembeli, sekalipun kita para pedagang sudah mengobral dagangan nanas madu yang kita jual seharga Rp 5.000 per buah," ujar Neneng, salah seorang penjual Nanas di Ciater saat ditemui Kompas.com, Sabtu Menurut Neneng, stok nanas di Subang sedang melimpah karena memasuki masa panen.Akibatnya, nanas dijual sangat murah seharga Rp 5.000 per buah, bahkan ada yang menjual dengan harga Rp 10.000 per 3 buah nanas."Sehari laku 10-20 buah saja sudah untung, kendaraan wisatawan baik motor maupun mobil jarang berhenti menghampiri pedagang nanas," katanya.Neneng mengatakan, musim hujan juga jadi pengaruh menurunnya wisatawan berwisata ke kawasan Ciater, sehingga sangat berdampak pada pedagang nanas yang hanya bisa melamun meratapi dagangannya sepi pembeli."Mudah-mudahan, saat tahun baru nanti jalur wisata Ciater bisa di padati wisatawan dan berharap juga dagangan nanasnya laris manis banyak di beli wisatawan," kata dia.Baca juga: Relokasi 234 PKL di Ciater-Cagak Subang, Satpol PP Jabar: Digeser Bukan DigusurHal senada dikatakan Dadang Kustiawan, penjual buah di kawasan tersebut. "Sangat sepi wisatawan untuk membeli nanas atau durian asli Subang yang saya jual di pinggiran jalan dikawasan Flora Wisata D'Castello ini," ucapnya.KOMPAS.COM/ AHYA NURDIN Pedagang Nanas berjejer di Jalur Wisata Ciater, sepi pembeli.Menurut Dadang, menjamurnya pedagang nanas dan durian dikarenakan saat ini di Subang sedang musim nanas dan durian, sehingga banyak yang berjualan di jalan."Para pedagang ini berharap momen Nataru yang berbarengan dengan musim panen nanas dan durian bisa membawa berkah dengan banyak nya pembeli khususunya wisatawan, tetapi sayang sampai saat ini tak sesuai harapan," kata dia.
(prf/ega)
Pedagang Nanas Menjamur di Jalur Wisata Ciater, tetapi Sepi Pembeli
2026-01-12 06:50:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:15
| 2026-01-12 06:30
| 2026-01-12 06:28
| 2026-01-12 06:27
| 2026-01-12 05:11










































