Kemensos Salurkan Bantuan ke Penyandang Disabilitas Korban Banjir Sibolga

2026-02-03 21:38:57
Kemensos Salurkan Bantuan ke Penyandang Disabilitas Korban Banjir Sibolga
Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan perhatian khusus kepada penyandang disabilitas yang terdampak banjir bandang di Kota Sibolga, Sumatera Utara. Perhatian tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dan bantuan sembako.Bantuan yang disalurkan meliputi 407 paket sembako, 13 unit kursi roda, dan 2 paket kruk atau alat bantu berjalan, dengan total nilai Rp 433.345.000. Bantuan ini merupakan hasil kerja sama antara Kemensos, Komisi Nasional Disabilitas (KND), dan RBM Hephata HKBP Sibolga.Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan kehadiran negara sangat penting dalam memberikan perlindungan dan pemulihan bagi kelompok rentan terdampak bencana."Kami memberikan dukungan dalam rangka perlindungan dan jaminan sosial, sekaligus rehabilitasi. Saya diberikan data yang lengkap sehingga mempermudah kami untuk menyalurkan bantuan. Saya juga berterima kasih kepada RBM Hephata yang berperan membantu penyandang disabilitas, termasuk yang membutuhkan trauma healing akibat bencana," ujar Gus Ipul, dalam keterangan tertulis, Minggu (21/12/2025).Bantuan diserahkan langsung oleh Gus Ipul kepada penerima manfaat di Kantor Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) Hephata HKBP Sibolga, Minggu (21/12). Sementara itu, Komisioner Komisi Nasional Disabilitas, Jonna Aman Damanik, mengapresiasi langkah Kemensos dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan penyandang disabilitas pascabencana."Kami mengapresiasi Kementerian Sosial dan pihak-pihak lain yang telah memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas. Pada prinsipnya, kami ingin memastikan bahwa negara benar-benar hadir melalui peran dan fungsi masing-masing," ungkap Jonna.Di sisi lain, Direktur Panti Karya RBM Hephata HKBP Sibolga, Risma Siregar, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan Kemensos kepada penyandang disabilitas."Kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kunjungan ini. Bahkan sebelum kami menyampaikan isi lubuk hati kami, Bapak Menteri sudah menjawabnya. Dalam rangka mewujudkan masyarakat inklusif tahun 2030, para penyandang disabilitas perlu terus diberdayakan. Bapak dari Kementerian Sosial, kami dari umat Kristiani pelayan bidang sosial, kita bersama-sama melayani masyarakat," tutur Risma.Melalui kolaborasi lintas lembaga ini, diharapkan kebutuhan dasar, pemulihan psikososial, dan keberlangsungan hidup penyandang disabilitas terdampak bencana dapat terpenuhi secara lebih optimal.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-02-03 21:00