BMKG Prediksi La Nina Lemah di DIY, Curah Hujan Meningkat Jelang Nataru

2026-01-12 04:43:47
BMKG Prediksi La Nina Lemah di DIY, Curah Hujan Meningkat Jelang Nataru
YOGYAKARTA, – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memprediksi musim penghujan tahun ini akan dipengaruhi oleh fenomena La Nina lemah, yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).Kepala Stasiun Klimatologi BMKG DIY, Reni Kraningtyas, menjelaskan bahwa La Nina lemah diperkirakan akan berkembang hingga awal tahun, sehingga meningkatkan intensitas curah hujan di wilayah DIY.“Kalau kita perhatikan, La Nina akan berkembang ke moderate tetapi masih lemah, sampai awal tahun depan sekitar Januari Februari,” ujar Reni dalam paparannya di kegiatan Pengecekan Kesiapsiagaan Tanggap Bencana di DIY, Jumat .Baca juga: Anak dan Pelajar Jadi Sasaran, Polri Temukan Tren Baru Rekrutmen TerorismeMenurutnya, puncak musim hujan diprediksi terjadi pada Januari hingga Februari 2026, dan kondisi ini dapat memicu cuaca yang lebih basah dibandingkan biasanya.“Kita harus mewaspadai kondisi iklim yang cenderung lebih basah daripada normalnya. Kami prediksi di seluruh wilayah DIY sudah memasuki awal musim hujan pada Oktober dasarian 3, sehingga di bulan November ini kami pastikan seluruh wilayah sudah memasuki musim hujan,” kata dia.Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit melakukan peninjauan kesiapsiagaan bencana untuk memastikan persiapan menghadapi potensi cuaca ekstrem.“Curah hujan di November di atas normal terjadi sampai Februari. Ini menimbulkan potensi bencana banjir, tanah longsor,” kata dia.Jenderal Listyo menambahkan, potensi banjir dan tanah longsor juga bisa terjadi di kawasan wisata, terutama mengingat aktivitas Gunung Merapi yang masih menunjukkan erupsi harian.“Gunung Merapi setiap hari terjadi erupsi, tanggap bencana harus disosialisasikan sehingga masyarakat terupdate informasi, sehingga pada saatnya manakala dilakukan evakuasi masyarakat sudah terinformasi,” ujarnya.Ia juga mengecek perlengkapan evakuasi, mulai dari peralatan darat hingga laut.“Kita cek satu per satu Alhamdulillah semuanya lengkap, saya pesan selalu dicek peralatannya agar siap pakai. Tadi juga ada mobil yang dilengkapi bak untuk mengangkut alat SAR,” kata dia.Kapolri menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak menjelang periode Nataru, mengingat intensitas hujan diprediksi cukup tinggi.“Pada saat masyarakat mudik di Nataru, liburan saat Nataru, seluruh wilayah yang punya potensi bencana tim SAR kita siap,” ucapnya.


(prf/ega)