TANGERANG SELATAN, - Tuntutan warga Kampung Curug Serpong agar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang ditutup menyisakan persoalan panjang yang hingga kini belum menemukan jalan keluar.Pasalnya, tekanan warga sudah memuncak setelah gunungan sampah yang terus bergeser hingga mendekati permukiman.Kondisi ini yang diduga menjadi penyebab banjir dan gangguan kesehatan.Di sisi lain, Pemerintah Kota Tangerang Selatan menilai penutupan total tidak bisa dilakukan secara instan. Alasannya, karena menyangkut koordinasi lintas instansi serta kesiapan anggaran.Aksi damai di Kantor UPT Cipeucang, Senin menjadi titik akumulasi kekecewaan warga.Mereka berbondong-bondong datang membawa spanduk putih dan menuntut TPA Cipeucang untuk ditutup.Permintaan itu mereka tulis besar lewat spanduk yang bertuliskan “Tutup TPA Cipeucang!”.Tidak hanya itu, ada juga selembar kertas yang berisi enam tuntutan utama yang sudah berkali-kali disuarakan namun tak kunjung direspons./INTAN AFRIDA RAFNI Kondisi gunungan sampah yang semakin tinggi di TPA Cipeucang, Serpong, Tangerang Selatan, Senin .Enam tuntutan yang dimaksud meliputi penutupan TPA Cipeucang per 8 Desember 2025, normalisasi aliran kali seperti kondisi awal, perapihan sampah di sekitar rumah warga, keberadaan alat berat yang siaga untuk mengerjakan perapihan saluran air dan lingkungan, penanganan lindi dan bau sampah, serta kejelasan terkait dampak kesehatan dan kompensasi bagi warga terdampak.“Sering diabaikan kita. Gunungan sampah sudah mendekati rumah terus air lindi sudah jatuh ke tanah kita semua,” ujar Agus (50), warga yang rumahnya berada paling dekat dari gunungan sampah, saat ditemui, Senin.Baca juga: Warga Tangsel Demo di Kantor UPT, Desak TPA Cipeucang DitutupMenurut Agus, warga telah berulang kali melapor ke UPT Cipeucang, namun keluhan mereka dianggap angin lalu.Situasi kian memburuk ketika banjir merendam dua RT yang berdekatan dengan TPA belum lama ini, diduga akibat saluran air tertutup timbunan sampah.Akibat dari peristiwa itu, sebanyak 12 kepala keluarga terdampak dalam kejadian tersebut.“Kalau ada pengerukan lebih parah. Saya sering banget sesak di dada,” ucap Agus menggambarkan kondisi udara yang mereka hirup setiap hari.Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel, Hadi Widodo, mengakui tuntutan warga, namun menyebut penutupan TPA Cipeucang tidak bisa diputuskan dalam waktu singkat.
(prf/ega)
Duduk Perkara di Balik Desakan Penutupan TPA Cipeucang
2026-01-11 03:41:13
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 02:22
| 2026-01-11 02:12
| 2026-01-11 02:06
| 2026-01-11 02:02
| 2026-01-11 01:45










































