Cek di Sini, Progres Penanganan Infrastruktur Rusak di Sumatera

2026-01-12 06:55:34
Cek di Sini, Progres Penanganan Infrastruktur Rusak di Sumatera
JAKARTA, - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah mempercepat penanganan infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak akibat banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatera yakni Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), serta Sumatera Barat (Sumbar).Berdasarkan data hingga 9 Desember 2025 pukul 20.00 WIB, tercatat sebanyak 72 ruas jalan nasional dan 30 jembatan nasional mengalami kerusakan dengan progres penanganan di Aceh mencapai 51,14 persen, Sumut 78,69 persen, dan Sumbar sebesar 76,14 persen.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraMenteri PU Dody Hanggodo menyampaikan konektivitas merupakan urat nadi pemulihan wilayah pasca bencana.Akses jalan dan jembatan adalah kunci utama pergerakan logistik, pelayanan darurat, dan pemulihan ekonomi masyarakat."Karena itu, kami bekerja tanpa jeda sejak awal untuk memastikan keterisolasian wilayah bisa ditangani secepat mungkin. Keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas menjadi prioritas kami,” kata Dody dilansir dari rilis, Kamis .Untuk di Provinsi Aceh, penanganan sektor jalan dan jembatan nasional pada koridor-koridor vital terus dikerjakan dengan melibatkan 60 excavator, 1 loader, 2 backhoe loader, 14 wheel loader, 8 grader, 6 baby tank, 11 bulldozer, 7 vibro, 50 dump truck serta bantuan darurat dan logistik termasuk 200 geobag.Baca juga: Pasca Banjir dan Longsor, Sejumlah Ruas Jalan di Aceh Mulai PulihPenanganan yang tengah dikerjakan antara lain  Jembatan Krueng Meureudu di ruas Meureudu–Batas Pidie Jaya/Bireuen, Jembatan Krueng Tingkeum di Kota Bireuen–Batas Aceh Utara, serta Jembatan Teupin Mane di ruas Bireuen–Bener Meriah. Untuk di Jalur Bireuen–Aceh Tengah, beberapa jembatan seperti Jamur Ujung, Weihni Lampahan, Timang Gajah, Weihni Rongka, Enang-Enang, dan Alue Kulus juga tengah ditangani melalui mobilisasi jembatan bailey dengan target secara bertahap dapat fungsional hingga akhir Desember 2025. Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Direktorat Jenderal (Ditjen Bina Marga juga telah menyelesaikan penanganan sejumlah ruas strategis yang sebelumnya terputus akibat banjir dan longsor antara lain ruas Banda Aceh–Meureudu yang kini kembali terhubung.Ruas Batas Kota Lhokseumawe–Kota Langsa juga sudah dapat dilalui, dengan pembersihan sedimen yang terus dilakukan di lapangan.Selanjutnya, ruas Kota Langsa–Kota Kuala Simpang telah tertangani dari endapan material banjir.Ruas Kota Kuala Simpang–Batas Provinsi Sumatera Utara sudah dapat dilalui oleh seluruh jenis kendaraan.Kemudian ruas Kota Kutacane–Batas Provinsi Sumatera Utara kini juga telah kembali dapat dilalui.Untuk di Sumut, tercatat sebanyak 12 ruas jalan nasional dan 4 jembatan nasional terdampak bencana.Penanganan darurat diprioritaskan pada sejumlah koridor utama yang masih terputus, di antaranya Tarutung–Sibolga, Tarutung–Sipirok, Sibolga–Batangtoru, dan Batangtoru–Singkuang.Baca juga: Relokasi Hunian Terdampak Banjir-Longsor di Sumbar Gunakan Lahan Pemda


(prf/ega)