Kronologi Penangkapan Dewi Astutik, Gembong Narkoba Dua Ton Sabu Jaringan Golden Triangle

2026-01-16 01:36:17
Kronologi Penangkapan Dewi Astutik, Gembong Narkoba Dua Ton Sabu Jaringan Golden Triangle
- Buronan kelas kakap sekaligus gembong narkoba jaringan Golden Triangle, Dewi Astutik alias Mami, akhirnya ditangkap dalam operasi senyap lintas negara di Sihanoukville, Kamboja.Penangkapan ini menjadi titik penting pemberantasan narkotika internasional mengingat Dewi selama bertahun-tahun menjadi aktor intelektual di balik penyelundupan narkotika termasuk dua ton sabu senilai Rp 5 triliun.Operasi penangkapan ini merupakan kolaborasi antara Badan Narkotika Nasional (BNN), Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI di Kamboja, serta Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.Berdasarkan laporan resmi, Dewi yang juga menjadi buronan Korea Selatan ditangkap ketika berjalan menuju lobi sebuah hotel di Sihanoukville.Operasi berlangsung cepat, presisi, dan tidak menimbulkan gangguan publik.Baca juga: Mengenal Dewi Astutik, “Mami” Jaringan Narkoba Asia Tenggara Asal Ponorogo yang Ditangkap di KambojaLangkah-langkah penangkapan Dewi dilakukan melalui proses intelijen dan diplomasi yang panjang. Berikut rangkaian kronologinya:BNN membentuk tim khusus operasi pengejaran buronan internasional setelah nama Dewi Astutik mencuat dalam kasus heroin 2,76 kilogram pada 2024 dan penyelundupan dua ton sabu melalui KM Sea Dragon Tarawa pada Mei 2025.Kepala BNN RI Komjen Pol Marthinus Hukom menyebut Dewi sebagai sosok yang berperan sebagai otak perekrutan kurir.“Maka saya pada kesimpulan, Dewi Astutik memainkan peran penting dalam proses rekrutmen kurir,” ujar Marthinus dalam tayangan Rosi Kompas TV .BNN menemukan pola bahwa lebih dari 110 WNI yang ditangkap di berbagai negara seperti Brasil, India, Kamboja, dan Korea, ternyata direkrut oleh Dewi.Analisis intelijen menunjukkan Dewi beroperasi di kawasan Golden Triangle (Laos–Myanmar–Thailand), salah satu pusat produksi opium dan heroin terbesar di Asia Tenggara.Dewi diketahui bergabung dengan sindikat Afrika yang bergerak luas di Thailand, Malaysia, hingga Timur Tengah.“Kita hari ini berhadapan dengan sindikasi besar seluruh dunia, dikendalikan oleh Dewi Astutik,” tegas Marthinus.Pada awal 2025, tim intelijen mendeteksi keberadaan Dewi berpindah antara Thailand dan Kamboja. BNN menggandeng BIN luar negeri, BAIS TNI, dan Atase Pertahanan RI di Kamboja untuk mempersempit posisi buronan.Baca juga: Rekam Jejak Dewi Astutik, Gembong Narkoba Internasional yang Ditangkap BNN di KambojaSetelah pemetaan final, BNN dan Kepolisian Kamboja melakukan operasi senyap. Dewi diamankan tanpa perlawanan saat menuju lobi hotel.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Hingga kini, tolok ukur tersebut baru mampu dicapai Ducati, yang mendominasi klasemen konstruktor dengan enam gelar juara beruntun.Honda tercatat sebagai pabrikan pertama yang naik level dalam sistem konsesi sejak skema A-B-C-D diberlakukan pada awal 2024.Honda berhasil melampaui ambang batas 35 persen poin, sehingga berhak bergabung dengan KTM dan Aprilia di kategori C.Baca juga: Cara Mengecas Motor Listrik yang Bikin Baterai AwetDengan perubahan itu, Yamaha kini menjadi satu-satunya pabrikan yang masih berada di kategori D.Dok. HRC Aleix Espargaro menjadi pebalap tes untuk Honda Racing Corporation (HRC)Kondisi tersebut membuat Yamaha tetap menikmati konsesi penuh, termasuk kebebasan pengembangan mesin serta tes privat bersama pebalap utama.“Ini soal di mana kami harus berada, kami harus ada di A. Jadi ini adalah langkah pertama yang logis yang harus kami lakukan,” kata Espargaro, dikutip dari Crash, Selasa .Kenaikan peringkat Honda tidak lepas dari performa solid pada akhir musim 2025.Pada seri penutup musim, Luca Marini finis di posisi ketujuh, hasil krusial yang dibutuhkan Honda untuk melampaui ambang batas poin konsesi.Baca juga: Persiapan Touring Libur Nataru: Ini Item yang Harus Dibawa BikerSelain Marini, performa positif juga ditunjukkan Joan Mir yang meraih beberapa podium, serta Johann Zarco yang berhasil memenangi satu balapan.AFP/LOIC VENANCE Pebalap LCR Honda, Johann Zarco, memacu motornya selama sesi latihan bebas di MotoGP Perancis 2025 di Sirkuit Le Mans pada 10 Mei 2025.Zarco pun menutup musim sebagai pebalap Honda terbaik di klasemen dunia, finis di posisi ke-12, unggul enam poin dari Marini.Espargaro turut menyoroti intensitas program pengujian yang dijalani Honda sepanjang musim. “Sungguh luar biasa seberapa banyak kami bekerja. Saya menjalani tes di Malaysia, lalu kembali ke Eropa, kemudian ke Aragon sebelum tampil wild card di Valencia. Ini menunjukkan besarnya komitmen Honda,” ujarnya.Terkait minimnya konsesi yang dimiliki Ducati, Espargaro membandingkannya dengan perkembangan motor Honda selama musim berjalan. “Dengan segunung material dan ratusan lap pengujian, perubahan motor dalam enam bulan terakhir sungguh luar biasa,” katanya. “Honda membawa banyak pembaruan untuk Joan dan Luca. Misalnya, kami memiliki tiga pembaruan mesin selama musim berjalan, dan mesin yang digunakan sekarang sangat cepat,” ucap Espargaro.Mulai seri pembuka MotoGP 2026, Honda akan bergabung dengan Ducati, KTM, dan Aprilia dalam aturan pembekuan mesin.Sementara itu, era baru MotoGP dengan mesin 850 cc dijadwalkan resmi dimulai pada 2027.

| 2026-01-16 00:41