Banjir di Kabupaten Serang Berangsur Surut, Warga Diminta Tetap Waspada

2026-01-12 03:01:50
Banjir di Kabupaten Serang Berangsur Surut, Warga Diminta Tetap Waspada
SERANG, - Banjir yang melanda 11 desa di Kabupaten Serang, Banten, sejak lima hari lalu berangsur surut.Warga sudah kembali ke rumah masing-masing setelah mengungsi ke rumah sanak saudaranya."Tinggi muka air di beberapa lokasi sudah mulai surut, korban terdampak di beberapa lokasi banjir sudah mulai kembali ke rumah," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Senin .Baca juga: Banjir dan Cuaca Ekstrem Landa 21 Desa Kabupaten Serang, 4.449 Warga TerdampakAjat menyebut, di Kecamatan Padarincang, banjir akibat luapan Sungai Cikalumpang tersisa di Kampung Sukamaju, Desa Citasuk dengan ketinggian air 5 hingga 15 sentimeter.Sedangkan di Desa Padarincang, Batukuwung, Kalumpang, Bugel dan Cipayung sudah surut. Masyarakat mulai membersihkan rumahnya masing-masing.Baca juga: Dirut Versi Lama Bantah WNA China Serang TNI di Tambang Ketapang: Justru Mereka DipukuliUntuk di Desa Rancasanggal, Kecamatan Cinangka, tinggi air masih 5-40 sentimeter yang disebabkan luapan rawa danau, dan kini masih dalam penanganan dengan 250 rumah warga terdampak.Kemudian di Desa Ciherang, Kecamatan Gunungsari, Desa Cigelam dan Ranjeng, Kecamatan Ciruas serta di Desa Sukamaju, Kecamatan Pontang, sudah surut."Hujan sedang hingga lebat dengan intensitas tinggi dan angin kencang yang mengakibatkan kejadian banjir, cuaca ekstrem di wilayah Serang," ujar Ajat.Ajat mengungkapkan, akibat banjir ini, sebanyak 1.159 rumah terendam dengan 1.294 kepala kluarga atau 4.449 jiwa terdampak.Selain rumah warga, Ponpes Rohudhotul Mutaqin, Masjid Jami Al-Muhajirin, Madrasah di Kampung Sukamaju, SMP/SD Satu atap Cikedung, Masjid Al-Jadid, Mushola Al-ikhlas, SDN Cigelam 1 juga ikut terdampak.Meski beberapa lokasi sudah mulai surut, kata Ajat, masyarakat diminta untuk tetap waspada akan datangnya banjir. Sebab, berdasarkan informasi dari BMKG curah hujan intensitas tinggi berpotensi terjadi hingga awal tahun 2026."Kalau logistik aman, mudah-mudahan sampai awal tahun, karena kalau kelanjutannya itu terus berjalan kita disuport OPD pengampu yang lain," ujar dia.Bupati Serang Ratu Zakiyah mengintruksi kepada Dinsos Kabupaten Serang untuk menyiapkan rencana anggaran biaya guna mengantisipasi banjir kembali terjadi.Menurutnya, saat ini kondisi cuaca tidak menentu dan patut diwaspadai."Harapan kami, doa kita semua semoga tidak lagi hujan deras, ini cepat surut sehingga warga bisa kembali lagi pulang ke rumahnya masing-masing,” kata dia.


(prf/ega)