JAKARTA, - Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia menghadapi tantangan kemacetan yang kian mendesak.Solusi atas permasalahan mobilitas kompleks ini kini mulai terkuak melalui kerja sama riset internasional tingkat tinggi antara Center for Sustainable Infrastructure Development (CSID) Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) dan delegasi dari Peter the Great St. Petersburg Polytechnic University (SPbPU), Rusia.SPbPU, salah satu universitas tertua dan terbaik di Rusia yang terkenal melahirkan ilmuwan peraih Nobel, membawa keahlian mendalam dalam pemodelan perkotaan berbasis data ke Jakarta.Baca juga: Mengukur Ongkos Transportasi dari Wisma Atlet Kemayoran ke CBD JakartaDalam seminar internasional bertajuk “Land-Use and Transport Interaction Models,” Rabu , para ilmuwan Rusia memaparkan formula kunci dalam merancang kota yang efisien yakni integrasi antara tata guna lahan (land-use), sistem transportasi, dan prediksi permintaan (demand generation).Salah satu pemateri utama SPbPU, Dmitrii Plotnikov, menjelaskan bagaimana pemodelan matematis canggih, terutama yang berbasis data spasial, dapat meramal pola pergerakan penduduk di masa depan.Selain itu, juga menyusun skenario pertumbuhan wilayah dan penempatan lokasi infrastruktur yang paling strategis, dan menciptakan kebijakan transportasi yang adaptif dan berkelanjutan.Baca juga: Jalan Berat Sektor Transportasi, Evaluasi Kritis Setahun Prabowo-GibranPlotnikov menyoroti bahwa lesson learned dari studi kasus internasional menunjukkan bahwa integrasi antara tata ruang dan transportasi mampu secara efektif meningkatkan efisiensi jaringan mobilitas, menekan tingkat kemacetan, dan memperbaiki konektivitas antar-wilayah.Diskusi interaktif selama seminar menghasilkan konsensus bahwa pengembangan kota di Indonesia membutuhkan lompatan teknologi.Poin-poin penting yang disepakati oleh peserta seminar dan delegasi SPbPU adalah pentingnya mengintegrasikan Sistem Informasi Geografis (GIS) ke dalam pengambilan keputusan transportasi untuk visualisasi dan analisis data spasial yang akurat.Baca juga: Jalan Berat Sektor Transportasi, Evaluasi Kritis Setahun Prabowo-GibranKemudian perlunya pengembangan model prediktif untuk mengantisipasi dinamika urbanisasi dan pertumbuhan kota yang sangat cepat di Indonesia.Selain itu, implementasi teknologi cerdas atau Intelligent Transportation Systems dalam sistem transportasi publik untuk meningkatkan efisiensi waktu nyata.Direktur CSID FTUI, Mohammed Ali Berawi, menegaskan bahwa kerja sama ini adalah kebutuhan strategis nasional.Menurutnya, pendekatan ilmiah dalam mengintegrasikan penggunaan lahan dan sistem transportasi menjadi kebutuhan mendesak bagi pembangunan kota berkelanjutan di Indonesia."Melalui kerja sama dengan SPbPU, kami memperkuat kapasitas riset dan membuka jalur kolaborasi jangka panjang dalam pengembangan solusi mobilitas yang berbasis data dan teknologi,” ujar Ale.Baca juga: Pakar Transportasi Setuju Tiang Monorel Dibongkar, Sampah Visual JakartaSenada dengan itu, Plotnikov memandang UI adalah mitra ideal yang memiliki landasan riset multidisiplin yang relevan untuk pengembangan urban mobility dan sistem transportasi cerdas, sehingga menjadi mitra kolaboratif yang tepat bagi SPbPU."Keselarasan kekuatan riset kedua institusi sebagai landasan kuat untuk kerja sama jangka panjang," imbuhnya.Kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan kapasitas akademik FTUI, tetapi juga membuka peluang besar bagi kota-kota di Indonesia untuk mengadopsi model dan teknologi transportasi cerdas kelas dunia yang terbukti berhasil dalam mengatasi kompleksitas mobilitas di kota metropolitan.
(prf/ega)
Ilmuwan Rusia Bongkar Model Cerdas Transportasi di Indonesia
2026-01-12 04:54:57
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:18
| 2026-01-12 04:21
| 2026-01-12 03:58
| 2026-01-12 03:10










































