Perjalanan Neo Tanuwijaya, Siswa SMP Frater asal Sikka yang Raih Medali Olimpiade IPA di Rusia

2026-01-12 08:31:40
Perjalanan Neo Tanuwijaya, Siswa SMP Frater asal Sikka yang Raih Medali Olimpiade IPA di Rusia
SIKKA, - Perasaan bangga dan haru masih menyelimuti keluarga SMP Katolik Frater Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).Bagaimana tidak, salah satu peserta siswa bernama Neo Haven Tanuwijaya berhasil meraih medali perunggu dalam olimpiade IPA di Sochi, Rusia pada 23 November 2025 hingga 2 Desember 2025.Kepala SMP Katolik Frater Maumere, Frater Maria Sebastianus, mengungkapkan bahwa semua berawal dari proses seleksi di tingkat sekolah."Saat proses seleksi semua siswa diberikan kesempatan yang sama," ujar Sebastianus di Maumere, Senin .Baca juga: Siswa SMP NTT Raih Medali Olimpiade IPA 2025 di Sochi, RusiaNeo, sebagai salah satu yang terpilih, kemudian mewakili sekolah dalam kompetisi di tingkat kabupaten.Keberhasilan Neo tak berhenti di situ. Dengan semangat juang yang tinggi, ia terus melaju ke tingkat provinsi.Puncaknya, Neo berhasil lolos ke babak semifinal nasional, membuka jalan menuju final.Di panggung nasional, Neo menunjukkan kemampuan terbaiknya, meraih medali emas sekaligus dinobatkan sebagai the Dbest Theory."Puji Tuhan di tingkat nasional, Neo mampu merebut medali emas dan juga terpilih sebagai Dbest Theory," ungkapnya.Kesuksesan ini, lanjut Sebastianus, mengantarkan Neo ke tahap selanjutnya.Ia menerima panggilan dari Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) bersama 29 siswa berprestasi lainnya dari seluruh Indonesia untuk mengikuti seleksi menjadi delegasi Indonesia.Luar biasanya, Neo kembali membuktikan kualitasnya. Ia terpilih menjadi delegasi bersama lima teman lainnya.Baca juga: Siswa SMP di Sikka Raih Medali Olimpiade IPA di RusiaMereka kemudian mendapat bimbingan intensif dari pemerintah, mempersiapkan diri untuk ajang internasional.Di panggung dunia, Neo dan timnya kembali menunjukkan prestasi gemilang.Mereka berhasil membawa pulang satu medali perak dan lima medali perunggu untuk Indonesia.Menurut Sebastianus, prestasi ini sangat membanggakan, sebab anak yang baru memasuki usia 14 tahun, rela meninggalkan masa kecilnya untuk senang-senang dan bermain."Dia memilih yang terbaik, dia tetap fokus, tetap belajar untuk menjaga prestasi yang sudah dia perjuangkan selama ini," tandasnya.


(prf/ega)