Hujan Deras Lumpuhkan Akses Sumut, PU dan BNPB Siapkan Modifikasi Cuaca

2026-01-12 04:50:57
Hujan Deras Lumpuhkan Akses Sumut, PU dan BNPB Siapkan Modifikasi Cuaca
SEMARANG, – Upaya penyaluran bantuan dan pengerahan alat berat ke lokasi banjir serta tanah longsor di Sumatera Utara masih menghadapi hambatan besar.Sejak Senin , hujan terus mengguyur empat wilayah terdampak, yakni Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan, sehingga akses jalan sulit ditembus.Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan kondisi cuaca yang masih ekstrem membuat akses menuju lokasi bencana belum bisa dilalui.Meski begitu, tim balai PU setempat telah diterjunkan sejak hari pertama kejadian.“Untuk Sibolga sekarang masih belum bisa tembus karena masih hujan, masih longsor sehingga masih belum bisa tembus (akses bantuan). (Balai PU?) sudah turun kemarin,” kata Dody usai membuka International Conference on Construction Innovation (ICCI) 2025 di Auditorium Politeknik Pekerjaan Umum, Kota Semarang, Kamis .Baca juga: WALHI Ungkap Penyebab Banjir Sibolga–Tapanuli: Hutan Sudah GundulDody menegaskan pemerintah menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) agar curah hujan dapat ditekan dan bantuan segera dapat disalurkan.“Kita upayakan kalau agak kering sedikit kita pasti akan tembus. Bisa kita bantu rekan-rekan yang terdampak di sana. Dari kemarin alat berat sudah, itu logistik sudah kita siagakan, solar sudah siap, semua sudah siap. Sehingga memang kita tinggal nunggu cuaca,” ujarnya.Untuk pelaksanaan OMC, Dody menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).Menurutnya, modifikasi cuaca diperlukan tidak hanya di Sumatera Utara, tetapi juga Aceh dan Sumatera Barat.“Kita nanti minta tolong kepala BNPB bikin perubahan dan modifikasi cuaca di sana agar curah hujan agak sedikit berkurang. Enggak cuma di Sumut, tapi di Aceh, Sumatera Barat. Jadi kita belum melakukan modifikasi cuaca di daerah situlah. Sumbar, Sumut, Aceh di sana,” ungkapnya.Sebelumnya, banjir bandang dan tanah longsor melanda 11 kabupaten/kota di Sumut dan menyebabkan 25 orang meninggal dunia. Akses jalan menuju Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga masih lumpuh total. Sementara itu, jaringan internet dan telepon belum berfungsi.Kepala Bidang Humas Polda Sumut Komisaris Besar Ferry Walintukan menyampaikan bahwa hingga Rabu sore jumlah korban meninggal telah mencapai 25 orang. Korban tertinggi tercatat di kawasan pantai barat Sumatera Utara.“Hingga Rabu sore, hujan masih turun di kawasan tersebut. Petugas di lapangan berfokus mengevakuasi masyarakat ke tempat yang lebih aman,” kata Ferry.Bencana terjadi di 30 lokasi berbeda, dengan Tapanuli Selatan mencatat 12 korban jiwa, disusul Tapanuli Tengah dan Sibolga masing-masing 5 korban jiwa.


(prf/ega)