Banjir Sumatera Ancam Pasokan Komoditas, IHSG Waspada Jelang Akhir Tahun

2026-01-12 04:12:25
Banjir Sumatera Ancam Pasokan Komoditas, IHSG Waspada Jelang Akhir Tahun
JAKARTA, - PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menilai bencana banjir yang melanda tiga kawasan di Sumatera berpotensi mengganggu pasokan komoditas dalam negeri dan memicu lonjakan inflasi.Kondisi itu dinilai dapat mengancam optimisme pasar modal menjelang akhir tahun, yang biasanya mendapat dorongan dari stimulus Natal dan Tahun Baru (Nataru).Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Iman Gunadi, mengatakan banjir yang melanda daerah penghasil komoditas seperti sawit, karet, dan gula dapat menyebabkan gangguan signifikan pada pasokan dan logistik domestik.Baca juga: IHSG Berpotensi Menguji Area 8.660, Berikut Daftar Saham yang Jadi Pilihan Analis Hari Ini Distrupsi ini berpotensi memicu kenaikan inflasi, terutama pada kelompok volatile food. Jika inflasi melonjak akibat gangguan pasokan lokal, ruang gerak Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas harga bisa menjadi semakin terbatas.Untuk diketahui Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan pekan 24-28 November 2025 dengan performa solid di level 8.508,71 atau naik 1,12 persen dari pekan sebelumnya.Penguatan indeks itu turut ditopang oleh lonjakan volume transaksi harian. Di tengah penguatan itu, pasar justru mencatat tekanan jual signifikan dari investor asing dengan net outflow mencapai Rp 765 miliar sepanjang pekan lalu.Menurut Iman, derasnya arus keluar dana asing tersebut menunjukkan investor global masih berhati-hati terhadap kondisi domestik."Meskipun IHSG menguat, capital outflow asing yang besar ini menjadi sinyal peringatan. Investor global masih wait and see terhadap stabilitas domestik kita," ujar Iman Gunadi lewat keterangan pers, Senin .Baca juga: Euforia Bullish IHSG Memanas, Analis: Hati-Hati Risiko KoreksiIa mencatat pergerakan net foreign value didominasi oleh lima saham yang mencatatkan net buy(inflow) tertinggi, yaitu PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 4,426 triliun, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp 3,209 triliun, PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp 969,2 miliar.Lalu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 6,83 triliun, dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Rp 1,189 triliunMayoritas inflow ini didorong oleh sentimen positif dari hasil rebalancing indeks MSCI yang berlaku efektif pada 25 November 2025.


(prf/ega)