Akses ke Sibolga Masih Putus, Bantuan Difokuskan Lewat Udara dan Laut

2026-01-15 05:00:38
Akses ke Sibolga Masih Putus, Bantuan Difokuskan Lewat Udara dan Laut
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto menyampaikan akses ke Kota Sibolga, Sumatera Utara masih terputus. Bantuan logistik korban terdampak banjir dan longsor dikirim melalui udara."Kota Sibolga kami informasikan sampai hari ketiga penanganan darurat, ini belum bisa ditembus lewat darat tetapi sudah bisa ditembus lewat udara untuk pendistribusian logistik," kata Suharyanto kepada wartawan, Minggu (30/11/2025).Dia mengatakan korban bencana alam di sana masih membutuhkan logistik. Meski akses terputus, dia memastikan pengiriman bantuan ke Sibolga tetap dilakukan."Tentu saja logistik di Kota Sibolga masih belum cukup, tapi kami yakinkan secara berangsur secara terus menerus ini kami kirim terus setiap ada kesempatan melalui jalur udara," ucapnya.Selain jalur udara menggunakan 6 pesawat, pengiriman logistik juga dilakukan via laut. Diperkirakan bantuan logistik via laut bisa tiba besok."Laut sedang bergerak KRI TNI AL dan dari udara dari Bandara Silangit, kami punya 6 pesawat," imbuhnya.Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan update terbaru mengenai korban bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara (Sumut). Data terbaru ada penambahan korban tewas menjadi 166 orang."Sumatera Utara korban jiwa yang kemarin 116 jiwa sekarang menjadi 166 jiwa meninggal dunia," kata Kepala BNPB Letjen Suharyanto saat jumpa pers secara daring, Sabtu (29/11/2025)."Artinya dalam satu hari ini bertambah 60 jiwa meninggal dunia ini berkat operasi pencarian pertolongan oleh satgas gabungan yang dipimpin oleh Basarnas," lanjutnya.Suharyanto menuturkan 143 orang hingga saat ini masih hilang. Jumlah tersebut berasal dari delapan wilayah terdampak di Sumut."Kemudian 143 jiwa yang masih hilang. Rinciannya banyak. Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Humbang Hasundutan, Kota Padang Sidempuan, Papak Barat dan Mandailing Natal. Tidak ada perubahan Kabupaten/Kota yang terdampak masih 8," jelasnya.Lihat juga Video: Longsor Bikin Akses Jalan Perbatasan Jambi-Sumbar Terputus[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-01-15 03:55