SIKKA, - Rumah produksi garam milik KSP Kopdit Pintu Air yang terletak di Kelurahan Hewuli, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, NTT, resmi beroperasi pada Rabu .Ketua KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano menegaskan bahwa rumah produksi tersebut akan menampung dan mengolah garam yang dihasilkan para petani di wilayah itu."Kita siap beli garam dari petani, apalagi sudah ada disediakan rumah produksi," ujar Jano.Baca juga: Kisah Sumur Tujuh Bangka Tengah, Dulu Tempat Jepang Produksi Garam, Kini Jadi Wisata AndalanHanya saja, menurut Jano, banyak warga belum tertarik menjadi petani garam. Padahal Sikka punya potensi luar biasa.Tak heran ketergantungan terhadap pasokan garam dari luar daerah cukup tinggi."Saya berkeliling di wilayah pesisir utara Sikka banyak yang belum mengembangkan usaha garam," ujarnya.Dia menduga salah satu faktor penyebab adalah kendala modal.Dia menegaskan Kopdit Pintu Air bersedia menyediakan modal, asalkan ada petani yang ingin mengembangkan usaha garam.Penjabat Sementara Manager PT Garam Pintar Asia, Veri Idong, menjelaskan bahwa rumah produksi tersebut akan memproduksi garam yodium sebanyak 10 hingga 12 ton per bulan.Baca juga: Dijuluki Pulau Garam, Ini Hasil Produksi Garam di MaduraMenutnya, jumlah tersebut belum cukup memenuhi kebutuhan garam di Kabupaten Sikka yang mencapai 20 hingga 25 ton per bulan."Selisihnya cukup besar, sementara produksi garam yang dihasilkan petani kita sekitar 60 ton setiap enam bulan," ujarnya.Veri berharap masyarakat terutama yang tinggal di pesisir, mau mengembangkan usaha tambak garam.
(prf/ega)
Rumah Produksi Garam Milik Kopdit Pintu Air Resmi Beroperasi, Siap Tampung Garam dari Petani di Sikka
2026-01-11 14:22:51
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 14:34
| 2026-01-11 13:41
| 2026-01-11 13:16
| 2026-01-11 12:49
| 2026-01-11 12:37










































