Bayi Panda Lahir di Taman Safari Bogor, Dinamai Satrio oleh Prabowo

2026-01-12 06:46:54
Bayi Panda Lahir di Taman Safari Bogor, Dinamai Satrio oleh Prabowo
- Taman Safari Indonesia (TSI) di Cisarua, Bogor, mencatat sejarah baru dengan kelahiran seekor bayi panda raksasa pada 27 November 2025.Momen istimewa ini menjadi kebanggaan nasional sekaligus mempertegas komitmen Indonesia dalam konservasi spesies langka di tingkat global.Saat ini, populasi panda raksasa di dunia diperkirakan hanya sekitar 1.900 individu, sehingga kelahiran ini menjadi capaian bernilai tinggi bagi upaya pelestarian.Baca juga: Taman Safari Indonesia Resmikan Enchanting Valley, Wisata Baru di PuncakKelahiran bayi panda ini merupakan buah dari program kerja sama konservasi jangka panjang antara Indonesia dan China yang sudah berlangsung sejak 2017, ketika sepasang panda raksasa, Huchun dan Caitao, pertama kali tiba di Indonesia.Program konservasi selama 10 tahun tersebut melibatkan pertukaran ilmu, pendampingan teknis, dan penerapan standar internasional dalam pengelolaan satwa.TSI menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada pemerintah dan tim ilmiah China yang memberikan dukungan konsisten selama masa kehamilan hingga proses kelahiran.Kelahiran ini menjadi penanda manis akhir tahun dan simbol kemajuan konkret dalam kolaborasi konservasi internasional.Keberhasilan ini tidak terlepas dari penerapan teknologi dan metode sains mutakhir. Tim reproduksi TSI dan para ahli Tiongkok melakukan:Pada 30 November, para spesialis nursery dari Panda Center turut tiba di Indonesia untuk mendukung perawatan awal bayi panda pada fase kehidupan yang sangat krusial ini.Dok. Taman Safari Indonesia Bayi Panda yang Lahir di Taman Safari Indonesia, 27 November 2025.Dengan capaian ini, Indonesia bergabung dengan sejumlah negara ASEAN lainnya yang telah berhasil menyambut kelahiran bayi panda, sebuah pengakuan atas kualitas pengelolaan konservasi satwa yang dilakukan TSI.Saat ini, kondisi bayi panda dilaporkan stabil. Tim Life Science TSI melakukan pemantauan intensif selama 24 jam dengan sejumlah perkembangan awal yang menggembirakan, seperti:Dalam 30–60 hari ke depan, bayi panda diperkirakan mulai tumbuh bulu, membuka mata, mengembangkan kemampuan motorik awal, serta mampu mengatur suhu tubuhnya.Ahli dari China Conservation and Research Centre for the Giant Panda (CCRCGP) juga berada di lokasi untuk memastikan kualitas penanganan sesuai standar global.Baca juga: Panduan Wisata Lengkap ke Marine Safari Bali, Berapa Harga Tiketnya?Untuk saat ini, bayi panda dan induknya belum dapat diakses publik demi menjaga kesehatan dan kenyamanan mereka.TSI mengajak masyarakat mendoakan proses tumbuh kembang sang bayi panda agar tetap sehat dan aman.Pada 4 Desember 2025, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi memberikan nama Satrio dengan sapaan Rio kepada bayi panda tersebut.“Satrio” atau satria yang berarti ksatria atau pahlawan, mencerminkan harapan akan ketangguhan dan simbol komitmen Indonesia–China dalam melindungi spesies terancam punah.Baca juga: Awas Keliru, Ini 3 Perbedaan Taman Safari Bali dan Marine Safari BaliKelahiran ini semakin menegaskan kredibilitas Taman Safari Indonesia sebagai lembaga konservasi yang berorientasi masa depan, dengan fokus pada:


(prf/ega)