Tiga Ancaman Bencana Membayangi Kaltim, Dokumen Negara Buka Risiko Seluas Jutaan Hektare

2026-01-12 07:48:58
Tiga Ancaman Bencana Membayangi Kaltim, Dokumen Negara Buka Risiko Seluas Jutaan Hektare
SAMARINDA, - Banjir besar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025 menjadi pengingat rapuhnya ruang hidup di tengah cuaca ekstrem.Banjir bandang dan longsor menenggelamkan desa, merusak fasilitas publik, dan memutus akses listrik serta komunikasi.Peristiwa itu bukan sekadar tragedi regional, tetapi gambaran ancaman yang juga membayangi Kalimantan Timur.Bedanya, di Kalimantan Timur peringatan itu sudah tercatat dalam dokumen resmi negara.Baca juga: Kisah Salmiati Menyelamatkan Kucing-kucing Saat Banjir Bandang dan Longsor di SumbarKajian Risiko Bencana (KRB) Kalimantan Timur 2022–2026 yang disusun BPBD memetakan banjir, tanah longsor, serta kebakaran hutan dan lahan di jutaan hektare wilayah.Analis Kebijakan Ahli Muda BPBD Kaltim, Sugeng Priyanto, menyebut KRB menjadi dasar seluruh kebijakan mitigasi daerah.“Kita sudah punya kajian risiko bencana yang dipetakan lengkap. Dibuat untuk periode 2022 sampai 2026. Itu dokumen yang jadi dasar kita,” ujarnya, Senin .Dalam peta risiko BPBD, banjir muncul sebagai ancaman dengan luasan bahaya terbesar mencapai 2.816.144 hektare.Wilayah itu terbagi ke kelas bahaya rendah seluas 59.596 hektare, kelas sedang 1.187.335 hektare, dan kelas tinggi 1.569.213 hektare.Kabupaten Kutai Kartanegara tercatat memiliki luasan bahaya banjir tertinggi di semua kelas.Menurut Sugeng, banjir tidak hanya dipicu hujan.“Banjir itu variabelnya banyak. Mulai dari hujan, tata ruang, alih fungsi lahan, sampai kemampuan drainase. Semua itu dianalisis dalam risiko,” katanya.Baca juga: Relawan Difabel pun Ingin Bantu Korban Banjir Sumatera, Siap Diberangkatkan dari DIYDokumen KRB memberi perhatian khusus pada banjir bandang yang datang tanpa peringatan akibat kenaikan debit sungai secara cepat.Hampir seluruh kabupaten yang dianalisis masuk kelas bahaya tinggi, termasuk Paser, Kutai Kartanegara, Berau, Kutai Barat, dan Kutai Timur.Kabupaten Berau memiliki luasan bahaya terbesar, mencapai 39.559 hektare.


(prf/ega)