Kronologi Penembakan Brown University: 2 Orang Tewas, Pelaku Buron, Penduduk Waspada

2026-01-12 05:49:50
Kronologi Penembakan Brown University: 2 Orang Tewas, Pelaku Buron, Penduduk Waspada
- Sedikitnya dua orang dilaporkan meninggal dunia dan delapan lainnya terluka akibat insiden penembakan Universitas Brown, Providence, Rhode Island, Amerika Serikat pada Sabtu pukul 16.05 waktu setempat.Dilansir dari NBC, Minggu , para korban luka segera dievakuasi ke sejumlah rumah sakit dan sempat berada dalam kondisi kritis, sebelum akhirnya dilaporkan stabil oleh otoritas setempat.Peristiwa tersebut memicu respons cepat aparat keamanan setelah laporan penembak aktif diterima pihak berwenang.Hingga Sabtu malam, pelaku penembakan belum berhasil diamankan dan situasi kampus masih berada dalam status siaga.Baca juga: Polisi Tangkap 5 Pelaku Penembakan Staf KBRI Peru, Diduga Anggota Kelompok KriminalPihak Universitas Brown menerima laporan adanya penembak aktif di kompleks gedung Barus and Holley pada pukul 16.05 waktu setempat, yang menampung departemen teknik dan fisika.Informasi tersebut segera diteruskan ke Kepolisian Providence.Beberapa menit kemudian petugas kepolisian dan tim darurat tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan serta evakuasi.Area kampus langsung disterilkan, sementara sivitas akademika diminta berlindung di dalam ruangan masing-masing.Aparat menyisir gedung Barus and Holley untuk mencari pelaku.Namun, tersangka tidak ditemukan di lokasi.Universitas sempat menyampaikan bahwa satu orang telah ditahan, tetapi pernyataan tersebut kemudian dicabut.Kepolisian Providence menyebut pelaku diduga seorang pria berpakaian serba hitam.Berdasarkan keterangan saksi, pelaku terakhir terlihat melarikan diri ke arah Hope Street, meninggalkan kompleks gedung.Baca juga: Sosok Tyler Robinson, Tersangka Penembakan Charlie Kirk yang Dikenal sebagai Anak Baik dan BerprestasiWakil Kepala Kepolisian Providence, Timothy O’Hara, menegaskan tidak ada tersangka yang diamankan.Polisi mengerahkan seluruh sumber daya untuk memburu pelaku yang masih buron. Di sisi lain, pihak universitas mempertahankan perintah berlindung demi keselamatan civitas kampus.


(prf/ega)

Berita Lainnya