– Tarif Lintas Raya Terpadu Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (LRT Jabodebek) yang berlaku saat ini mendapatkan subsidi pemerintah.Tanpa subsidi tersebut, harga tiket LRT Jabodebek bisa jauh lebih mahal dari yang dibayarkan penumpang setiap harinya.Pemberian subsidi dilakukan agar ongkos perjalanan tetap terjangkau dan mendorong masyarakat beralih ke transportasi publik.Namun, berapa sebenarnya tarif asli LRT Jabodebek tanpa subsidi?Baca juga: Cara Baca QRIS yang Benar Menurut Bank Indonesia, Bukan “Kiyuris” atau “Keris”Manager Public Relations LRT Jabodebek Mahendro Trang Bawono menjelaskan, hingga kini tarif resmi masih mengacu pada Keputusan Menteri Perhubungan (KM) Nomor 67 Tahun 2023.“Tarif yang berlaku saat ini masih mengikuti KM Nomor 67 Tahun 2023,” ujar Mahendro saat dihubungi Kompas.com, Kamis .Baca juga: Cara Cek NIK KTP Apakah Terdaftar Bansos 2025, Lewat HP dan Situs Resmi KemensosDilansir dari laman resmi Kementerian Perhubungan (Kemenhub), tarif LRT Jabodebek ditetapkan melalui skema Public Service Obligation (PSO) atau Kewajiban Pelayanan Publik.Artinya, pemerintah menanggung selisih antara biaya operasional yang diusulkan operator dan tarif yang dibayar penumpang, agar harga tiket tetap terjangkau.Kebijakan subsidi ini ditetapkan setelah kajian menyeluruh terhadap kemampuan membayar (ability to pay), kemauan membayar (willingness to pay), serta biaya operasional LRT Jabodebek.Baca juga: Pemutihan Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan Mulai 2026, Ini Syarat dan Penerimanya
(prf/ega)
Berapa Tarif Asli LRT Jabodebek Tanpa Subsidi?
2026-01-12 10:43:58
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 10:47
| 2026-01-12 09:38
| 2026-01-12 09:14
| 2026-01-12 08:37
| 2026-01-12 08:24










































