Tembus 503 Jiwa, Korban Meninggal akibat Banjir di Aceh Terus Bertambah

2026-01-12 06:39:23
Tembus 503 Jiwa, Korban Meninggal akibat Banjir di Aceh Terus Bertambah
- Korban jiwa akibat banjir dan longsor di Provinsi Aceh terus bertambah, dengan jumlah terbanyak di Kabupaten Aceh Utara.Menurut data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis , korban meninggal akibat banjir dan longsor di Provinsi Aceh mencapai 503 jiwa.Jumlah korban meninggal dunia tersebut tersebut bertambah 5 jiwa, dari sebelumnya 497 pada Minggu .Informasi tersebut diumumkan Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Kamis pukul 17.00 WIB.Baca juga: Banjir Susulan di Pidie Jaya Aceh: Air Capai 2 Meter, Warga Sempat Panik, 19 Desa TerdampakBerikut rincian jumlah korban meninggal di Provinsi Aceh berdasarkan kabupaten terdampak (data BNPB Kamis):Aceh Utara menjadi wilayah dengan korban jiwa terbanyak. Sementara untuk wilayah Kabupaten Aceh Selatan dan Aceh Besar tidak ada data korban jiwa.Baca juga: Masjid Baitul Makmur Tetap Berdiri Usai Banjir Bandang Aceh Tamiang, 270 Rumah Warga Sekumur LenyapFoto: Dok. Relawan P2LH Kondisi pemukiman warga di Aceh Tamiang satu bulan pasca banjir bandang. Jalanan masih berlumpur dan digenangi air.Kemudian untuk data korban hilang di Aceh masih berjumlah 31 orang. Berikut rincian jumlah korban hilang berdasarkan kabupatennya:BNPB juga mencatat jumlah pengungsi di Provinsi Aceh terus berkurang menjadi 466.667 jiwa per pagi hari ini.Baca juga: Banjir Bandang Bireuen Aceh, Kisah Dua Lansia Kehilangan Rumah dan Harapan di Usia SenjaTotal, sampai dengan Kamis hari ini, jumlah korban jiwa di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat adalah 1.135 jiwa.Kemudian, korban yang masih belum ditemukan berkurang menjadi 173 orang dan warga yang mengungsi masih mencapai 489.864 jiwa.Demikian informasi update data korban akibat banjir dan longsor di Provinsi Aceh per Kamis sore.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-12 05:34