Penggunaan QRIS Naik Signifikan, Kunci Digitalisasi Pembayaran di Indonesia

2026-01-11 22:34:01
Penggunaan QRIS Naik Signifikan, Kunci Digitalisasi Pembayaran di Indonesia
JAKARTA, - "Right now, gue zero cash," kata Dita, seorang pegawai swasta di Jakarta, ketika ditanya tentang pengalamannya menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk transaksi sehari-hari.Kepada Kompas.com, ia mengaku saat ini 95 persen transaksi hariannya menggunakan QRIS. Lalu, sisanya menggunakan uang tunai.Dita menjelaskan, QRIS digunakannya untuk pembayaran transportasi publik dan belanja ritel sehari-hari, seperti makanan dan lainnya.Baca juga: Nobu Bank Rilis QRIS Tap untuk Pembayaran Transportasi PublikDOK. GoPay Ilustrasi pembayaran menggunakan QRIS. Dengan adanya QRIS, Dita mengaku pola konsumsinya tidak berubah, ia tidak menjadi boros soal keuangan. Hanya metode pembayaran yang bergeser.Pemanfaatan QRIS terus menunjukkan lonjakan signifikan hingga pertengahan 2025.Data terbaru menggambarkan bahwa sistem pembayaran berbasis QR code ini tidak sekadar menjadi alternatif, melainkan mulai mengambil peran utama dalam transaksi ritel dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Indonesia.Bank Indonesia (BI) menyatakan, QRIS adalah game changer transformasi keuangan digital Indonesia.Baca juga: QRIS Tap di KRL Tekan Penggunaan Uang Tunai hingga 21 PersenDeputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menyatakan, hingga kuartal III 2025, jumlah pengguna QRIS sudah mencapai lebih dari 58 juta. Selain itu, sudah ada 41,2 juta merchant menerima pembayaran dengan QRIS."Dengan nilai transaksi lebih dari Rp 1,9 kuadriliun. Enggak cukup ya handphone kita (menghitung) kuadriliun. Berapa itu nolnya," kata Filianingsih pada acara Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit and Expo 2025, Jumat . 


(prf/ega)