JAKARTA, - Pembangunan hunian sementara (huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh akan menempati tujuh blok untuk dihuni 336 orang pada Januari 2026.Pembangunan huntara di Aceh Tamiang terletak di atas lahan Kompleks DPRK–Kantor Bupati Aceh Tamiang.Saat ini, telah memasuki tahap konstruksi utama berupa pembangunan satu blok huntara terdiri dari 12 unit modular telah selesai pekerjaan frame, dan tengah dilakukan proses erection atap serta pemasangan panel dinding.Lalu, dilanjutkan pekerjaan pondasi umpak untuk blok kedua yang juga telah rampung, dan pelaksanaan konstruksi mulai berlanjut ke blok ketiga.Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, pembangunan huntara melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Prasarana Strategis merupakan bagian penting dalam fase tanggap darurat menuju pemulihan.Baca juga: Percepat Bangun Huntara di Aceh Tamiang, HK Kerja 24 JamKementerian PU sepenuhnya berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam percepatan pembangunan huntara. “Pelaksanaan huntara yang kami jalankan sesuai dengan arahan BNPB. Saat ini, lokasi yang telah ditetapkan BNPB berada di Aceh Tamiang dan Bener Meriah. Kami juga telah berkomunikasi intensif dengan para bupati setempat," jelas Dody, Selasa .Namun demikian, prioritas saat ini berada di Aceh Tamiang karena kesiapan lahan sudah terpenuhi."Dalam dua hari terakhir telah kami kerjakan pematangan lahan, dan hari ini mungkin satu blok contoh huntara sudah dapat berdiri,” lanjutnya.Untuk di Provinsi Aceh, tercatat 38.169 unit rumah rusak berat. Saat ini, pemerintah tengah membangun sebanyak 28.236 unit huntara, atau sekitar 74 persen dari total rumah rusak berat, sedangkan 9.996 unit lainnya mendapatkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH).Sementara untuk Provinsi Sumatera Utara (Sumut), tercatat dari 6.322 unit rumah rusak berat, pembangunan huntara dikerjakan sebanyak 876 unit atau sekitar 14 oersen dan 4.833 unit lainnya dibantu melalui DTH.Pembangunan huntara terus didorong seiring percepatan kesiapan lahan dan dukungan logistik di lapangan.Untuk di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), dari total 2.658 unit rumah rusak berat, sebanyak 430 unit huntara telah direncanakan untuk dibangun atau sekitar 16 persen.Baca juga: Seperti Apa Rupa dan Teknologi Modular Huntara di Aceh Tamiang?Sedangkan 2.228 unit lainnya memperoleh bantuan DTH sebagai solusi sementara bagi masyarakat terdampak.Huntara yang dibangun dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, antara lain dapur umum, area cuci, mushola, serta sarana sanitasi yang memadai.Fasilitas tersebut disiapkan untuk menunjang pemenuhan kebutuhan dasar warga selama menempati hunian sementara.Dari sisi konstruksi, pembangunan huntara menerapkan sistem modular yang memungkinkan proses pembangunan dilakukan secara cepat, aman, dan kokoh. Sehingga, dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.Huntara dirancang menggunakan rangka baja ringan yang kuat dan tahan lama, dengan material pendukung berupa papan semen, multipleks lantai, serta atap zincalume, guna memastikan aspek keselamatan, kenyamanan, dan kelayakan hunian.
(prf/ega)
7 Blok Huntara di Aceh Tamiang Tuntas Januari 2026, Dihuni 336 Orang
2026-01-12 06:34:33
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:22
| 2026-01-12 06:04
| 2026-01-12 05:51
| 2026-01-12 05:14
| 2026-01-12 04:13










































