Sebagian Besar Aset Nganggur yang Ditawarkan Pemkot Solo ke Investor Berupa Gedung Sekolah

2026-01-11 22:51:52
Sebagian Besar Aset Nganggur yang Ditawarkan Pemkot Solo ke Investor Berupa Gedung Sekolah
SOLO, - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah, akan menawarkan aset-aset "nganggur" dalam Solo Investment Forum (SIF) yang dijadwalkan pada 12 Desember 2025.Wali Kota Solo, Respati Ardi, mengungkapkan bahwa sebagian besar dari sekitar 20 aset yang akan ditawarkan adalah gedung sekolah."Masyarakat yang ingin membuka usaha baru atau bisnis di Solo tetapi tidak memiliki tempat, aset ini bisa menjadi pilihan," kata Respati di Solo, Senin . Dia menambahkan bahwa tujuan utama dari SIF adalah untuk mempublikasikan aset-aset idle milik Pemkot yang memiliki nilai komersial, sehingga dapat ditawarkan kepada masyarakat yang memiliki ide bisnis.Baca juga: Uni Eropa Tahan Nafsu Trump Pakai Aset Beku Rusia di Eropa"Ada 20 lebih aset-aset Pemkot yang ditawarkan kepada swasta," kata Respati.Aset-aset tersebut akan melalui mekanisme penilaian lelang yang dilakukan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL)."Itu ada SD Yosodipuro, SD samping PKU, depan SMAN VII, dan banyak gedung SD yang tersebar di kecamatan yang belum dimaksimalkan," ungkapnya.Wali Kota berharap bahwa SIF dapat membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat di Solo.Menurut Respati, terdapat tiga aturan yang mengatur pemanfaatan aset Pemkot dalam SIF sesuai dengan Permendagri, yaitu pemanfaatan lahan, sewa, dan bangun guna serah.Baca juga: Pemkot Solo Tawarkan 20 Aset Nganggur ke Investor, Bisa Jadi Usaha Bernilai Ekonomi"Jadi yang bangun dari swasta nanti diserahkan ke Pemkot dalam jangka waktu maksimum 20 tahun dan dapat diperpanjang," imbuhnya.Seluruh penawaran akan dilakukan secara terbuka melalui mekanisme lelang untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.Selain berpotensi meningkatkan pendapatan daerah, pemanfaatan aset idle diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi serta membuka lapangan kerja baru. "Harapannya (pemanfaatan aset idle) bisa membuka lapangan kerja untuk masyarakat," tutup Respati.


(prf/ega)