Rahmat Arjuna Akui Perbedaan Kualitas Timnas U22 Indonesia dengan Mali

2026-02-05 07:54:58
Rahmat Arjuna Akui Perbedaan Kualitas Timnas U22 Indonesia dengan Mali
- Winger Timnas U22 Indonesia, ‎Rahmat Arjuna, mengakui adanya perbedaan kualitas dengan Timnas U22 Mali yang membuat Indonesia menyerah 0-3 pada laga uji coba pertama.Timnas U22 Indonesia baru saja selesai menjalani pertandingan uji coba pertama melawan Mali yang berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Sabtu .Duel ini digelar sebagai persiapan menuju SEA Games 2025 Thailand sekaligus menyeleksi pemain yang akan dibawa ke ajang tersebut pada Desember mendatang.Sayangnya, pada laga pertama ini, Indonesia gagal meraih hasil terbaik usai takluk tiga gol tanpa balas lewat gol yang disumbangkan Sekou Doucoure, Wilson Samake, dan Moulaye Haidara.Kekalahan tersebut, diakui Rahmat Arjuna, lantaran adanya perbedaan kualitas yang cukup ketara di lapangan.Baca juga: Kelemahan Timnas U22 Indonesia di Mata Indra SjafriPemain Mali tampak memiliki postur menjulang dengan kualitas individu yang mumpuni lantaran sebagian besar pemainnya merumput di Liga Perancis.Bahkan, dua di antaranya, Sekou Kone dan Issa Traore, merupakan pemain dari Manchester United dan Bayer Leverkusen.Dikatakan Rahmat, kondisi tersebut membuat Indonesia kesulitan mengembangkan permainan dan kecolongan tiga gol."Menurut saya sendiri memang ada perbedaan kualitas," ujar Rahmat dalam konferensi pers usai pertandingan."‎Tapi menurut saya bukan jadi alasannya (kekalahan)," jelasnya.Baca juga: 5 Catatan Statistik Timnas U22 Vs Mali: Perlawanan Garuda MudaRahmat berjanji akan memaksimalkan waktu jeda dua hari sebagai persiapan untuk mengatasi kekurangan sebelum kembali berhadapan dengan Mali pada 18 November mendatang.Di satu sisi, dia bersyukur bisa mendapatkan Mali sebagai lawan uji coba agar timnas U22 sudah matang ketika tampil di SEA Games 2025."Seperti yang coach Indra bilang kita main cukup bagus. Hanya saja kami kebobolan tiga gol," kata pemain Bali United itu.‎"Tapi, mungkin teman-teman sudah bekerja keras, kami akan memperbaiki yang kurang dan mempertahankan yang bagus.""Jadi mungkin kami besok atau latihan-latihan setelah ini akan memperbaiki (kesalahan) individu-individu," tutur dia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-02-05 06:23