- Banjir ekstrem yang disebabkan air lelehan gletser diprediksi akan menyebabkan lebih banyak kematian secara global, menurut penelitian dari University of Dundee di Skotlandia.Air lelehan gletser mengendap di cekungan alami di bentang alam yang ditinggalkan oleh gletser saat mencair. Air tersebut tertahan oleh endapan lumpur, pasir, dan kerikil yang ditinggalkan oleh gletser.Baca juga:Sayangnya, air yang terbendung dan membentuk danau glasial tersebut tidak stabil dan dapat mengakibatkan banjir di hilir ketika melemah atau jebol. Hal ini bisa membahayakan masyarakat dan infrastruktur di hilir."Kita masih punya waktu untuk bertindak mencegah hal ini, tapi kita harus bertindak cepat," ucap pakar glasiologi dan bahaya geologi dari University of Dundee, Dr. Simon Cook, dilansir dari Independent.co.uk, Senin .Diterbitkan di jurnal Nature Communications, studi ini mendokumentasikan peningkatan tajam dalam frekuensi peristiwa-peristiwa tersebut sejak tahun 1980-an. Dok. Freepik/wirestock Banjir akibat lelehan gletser diprediksi akan makin sering dan memicu lebih banyak kematian global seiring pemanasan iklim.Terjadi peningkatan 5,2 banjir bandang danau gletser (Glofs atau glacial lake outburst floods) per tahun dari tahun 1981 sampai 1990, menjadi 15,2 Glofs per tahun dari tahun 2011 sampai 2020.Glofs adalah istilah teknis untuk banjir bandang yang terjadi ketika bendungan alami danau gletser jebol.Tim peneliti lainnya yang dipimpin oleh pakar dari Chinese Academy of Sciences juga melakukan penelitian serupa dengan mempelajari citra satelit dan catatan dokumenter selama 120 tahun untuk mengidentifikasi 609 insiden jebolnya danau glasial dan menyebabkan banjir.Selama periode 1900-2020, 400 kejadian telah diidentifikasi dan dicatat yang kemudian meningkat menjadi 609.Lebih dari 100 kejadian Glof yang tercatat menyebabkan kerusakan di hilir, dan telah terjadi lebih dari 13.000 kematian secara global, dengan jumlah banjir yang merusak tertinggi terjadi di wilayah pegunungan dan dataran tinggi di Asia, serta wilayah Andes tropis.Baca juga:
(prf/ega)
Banjir Ekstrem akibat Lelehan Gletser Diprediksi Lebih Mematikan
2026-01-12 03:44:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:49
| 2026-01-12 03:45
| 2026-01-12 02:53
| 2026-01-12 02:40
| 2026-01-12 02:16










































