Banjir dan Longsor, Izin Perumahan di Bandung Raya Disetop Sementara

2026-02-02 14:18:01
Banjir dan Longsor, Izin Perumahan di Bandung Raya Disetop Sementara
BANDUNG, – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan kondisi cuaca di Kota Bandung saat ini masuk kategori ekstrem berdasarkan rekomendasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).Farhan menyatakan Pemerintah Kota Bandung mendukung penuh kebijakan Gubernur Jawa Barat terkait penghentian sementara penerbitan izin perumahan di Bandung Raya melalui Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 177/PUR.06.02.03/DISPERKIM.“Kami mendukung penuh kebijakan Gubernur Jawa Barat,” ujar Farhan dalam rilis yang diterima Kompas.com, Minggu .Kebijakan tersebut diterbitkan sebagai respons atas banjir dan tanah longsor yang terjadi di sejumlah wilayah Bandung Raya.Baca juga: Pemkab Bandung Tetapkan Status Tanggap Darurat, Seluruh Aparat Siaga PenuhFarhan menilai penghentian sementara izin perumahan penting untuk memperkuat mitigasi bencana dan memastikan pembangunan sesuai dengan daya dukung lingkungan.Pemerintah Kota Bandung akan meninjau ulang pembangunan perumahan di kawasan rawan bencana serta memperketat pengawasan teknis.“Kota Bandung harus memastikan setiap pembangunan berjalan dengan hati-hati, berbasis kajian risiko, dan menjaga keberlanjutan lingkungan. Keselamatan warga menjadi prioritas,” jelasnya.Ia menegaskan Pemkot Bandung tidak akan ragu memberikan sanksi tegas kepada pihak yang melanggar ketentuan dalam surat edaran gubernur maupun aturan tata ruang Kota Bandung.“Kami akan mengenakan sanksi sesuai regulasi yang berlaku bila ada pihak yang tetap memaksakan pembangunan tanpa izin atau tidak sesuai ketentuan teknis,” tegasnya.Farhan berharap kebijakan ini dapat meningkatkan keamanan, memperkuat ketahanan lingkungan, dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

di sela acara peluncuran AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa .Baca juga: Telkomsel Resmikan AI Innovation Hub di ITB, Perkuat Pengembangan AI NasionalDalam menyikapi AI Bubble, salah satu langkah konkret yang dilakukan Telkomsel adalah tidak gegabah melakukan investasi besar pada infrastruktur AI, seperti pembelian perangkat komputasi mahal, tanpa perhitungan pengembalian yang jelas.Menurut Nugroho, perkembangan teknologi AI sangat cepat, sehingga investasi perangkat keras yang dilakukan terlalu dini berisiko menjadi tidak relevan dalam waktu singkat.“Kalau kami investasi terlalu besar di awal, tapi teknologinya cepat berubah, maka pengembalian investasi (return on investment/ROI) akan sulit tercapai,” ungkap Nugie.Sebagai gantinya, Telkomsel memilih pendekatan yang lebih terukur, antara lain melalui kolaborasi dengan mitra, pemanfaatan komputasi awan (cloud), serta implementasi AI berbasis kebutuhan nyata (use case driven).Baca juga: Paket Siaga Peduli Telkomsel, Internet Gratis untuk Korban Bencana di SumateraWalaupun ancaman risiko AI Bubble nyata, Telkomsel menegaskan bahwa AI bukan teknologi yang bisa dihindari. Tantangannya bukan memilih antara AI atau tidak, melainkan mengadopsi AI secara matang dan berkelanjutan.“Bukan berarti karena ada potensi bubble lalu AI tidak dibutuhkan. AI tetap penting, tapi harus diadopsi dengan perhitungan yang matang,” tutur Nugroho.Selain mengungkap sikap perusahaan soal AI Bubble, Nugroho juga menggambarkan fenomena adopsi alias tren AI di Indonesia.Nugroho menilai adopsi AI di sini relatif lebih terukur dibandingkan fase teknologi baru sebelumnya.Pengalaman pahit pada era startup bubble, menurut dia, membuat pelaku industri kini lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama dengan maraknya AI.

| 2026-02-02 12:58