Soal Bendera GAM, PDIP Minta Negara Tetap Dahulukan Kemanusiaan di Aceh

2026-01-12 03:56:54
Soal Bendera GAM, PDIP Minta Negara Tetap Dahulukan Kemanusiaan di Aceh
JAKARTA, - PDI-Perjuangan menegaskan bahwa negara perlu bersikap tegas terhadap simbol-simbol yang bertentangan dengan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), namun tetap perlu ada prioritas dalam situasi penanganan pascabanjir di Aceh.Dalam situasi bencana alam yang melanda Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatera, pendekatan kemanusiaan tetap harus didahulukan agar tidak memperparah luka sosial masyarakat terdampak.“Terkait dengan pengibaran bendera GAM di Aceh, saya tegaskan bahwa bendera di Republik Indonesia itu hanya satu, yaitu Merah Putih,” ujar Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto saat ditemui di Sekolah Partai PDI-P, Jakarta Selatan, Senin .Baca juga: Anggota DPR Minta Pengibaran Bendera GAM di Aceh Ditangani dengan Dialog, Bukan Kekerasan“Tetapi dalam situasi yang terjadi saat ini di Aceh, kita harus melihat adanya suatu harapan-harapan kepada kita semua seluruh bangsa Indonesia termasuk pemerintah terkait dengan penanganan bencana yang cepat,” sambungnya.Pernyataan tersebut disampaikan Hasto untuk menanggapi insiden bentrok antara warga dan aparat di Aceh Utara, imbas pengibaran bendera GAM sebagai bentuk protes terhadap penanganan bencana.Hasto pun mengingatkan agar peristiwa tersebut tidak dilihat semata-mata dari kacamata politik atau keamanan, apalagi dijadikan ruang untuk memasukkan kepentingan politik kekuasaan.Baca juga: TNI Sebut Ada Bendera Bulan Bintang dan Pistol di Demo Ricuh LhokseumaweDia menilai, tindakan warga di tengah situasi bencana juga harus dipandang sebagai cerminan harapan dan tuntutan agar negara hadir lebih cepat dan responsif.“Jangan masukkan aspek-aspek politik berkaitan dengan bencana ini, politik kekuasaan. Intinya, bencana ini menyatukan kita secara kemanusiaan dan menggelorakan gotong royong untuk membantu mereka,” kata dia.Lebih lanjut, Hasto menyoroti pentingnya peran negara dalam merespons penderitaan masyarakat secara konkret.Dia menyebut, kesigapan pemerintah menjadi kunci untuk meredam kekecewaan warga dan mencegah munculnya ketegangan sosial lanjutan.“Diperlukan kesigapan dari pemerintah untuk secepatnya turun tangan, melakukan rehabilitasi terhadap fasilitas-fasilitas sosial dan perumahan-perumahan rakyat, serta membangun suatu harapan baru,” ujar Hasto.Baca juga: Bendera GAM dan Romantisme Luka Lama di Tengah BencanaHasto menambahkan, penderitaan akibat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat merupakan luka bersama seluruh anak bangsa.Karena itu, seluruh pihak diminta menahan diri dan tidak memperkeruh situasi dengan narasi politis.“Luka di Aceh, di Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akibat bencana adalah luka seluruh anak bangsa. Maka jangan masukkan hal-hal yang sifatnya politis. Kita harus berbicara soal kemanusiaan dan gotong royong,” pungkas Hasto.Diberitakan sebelumnya, Aksi demonstrasi Gerakan Rakyat Aceh Bersatu (GRAB) di Desa Landing, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, yang digelar pada Kamis , berakhir dengan kericuhan.


(prf/ega)