Update Perang Thailand Vs Kamboja, 10 Orang Tewas, 140.000 Warga Mengungsi

2026-01-11 23:36:55
Update Perang Thailand Vs Kamboja, 10 Orang Tewas, 140.000 Warga Mengungsi
- Bentrokan antara Thailand dan Kamboja semakin meluas ke lima provinsi wilayah perbatasan kedua negara pada Selasa .Dikutip dari AFP, 10 tentara dan warga dari kedua pihak dilaporkan tewas, sedangkan 140.000 warga sipil telah mengungsi dan meninggalkan daerah-daerah rawan.Bentrokan ini menjadi yang paling mematikan sejak perang pada Juni 2025 yang menewaskan puluhan orang sebelum akhirnya gencatan senjata.Kedua pihak saling menyalahkan atas bentrokan yang terjadi baru-baru ini.Baca juga: Rebut Wilayah dari Kamboja, Thailand Kerahkan Angkatan Laut Serangan granat di sekitar candi berhias Preah Vihear, situs warisan dunia UNESCO, menewaskan seorang tentara Thailand pada Selasa. Sementara, tembakan tidak langsung menewaskan seorang lainnya di provinsi Surin.Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul mengatakan, militer negaranya akan tetap teguh."Thailand harus berdiri teguh di belakang mereka yang melindungi kedaulatan kita. Kita tidak bisa berhenti sekarang," ujarnya.Dalam konferensi pers, Juru Bicara Angkatan Laut Thailand, Parat Rattanachaiphan menuturkan, pasukan telah mendeteksi tentara Kamboja, pemukiman, dan beberapa pangkalan senjata di wilayah pesisir provinsi Trat yang disengketakan.Ia menuding Kamboja mengerahkan drone untuk memprovokasi pasukan Thailand dan mengatakan pada Selasa pagi bahwa mereka "melancarkan operasi militer untuk mengusir mereka."Baca juga: Thailand-Kamboja Bentrok Lagi, Anwar Ibrahim Desak 2 Negara Menahan DiriPertempuran ini telah memaksa warga sipil Kamboja Poan Hay (55) untuk kembali melarikan diri dari penembakan dan jet tempur di atas rumahnya di perbatasan provinsi Oddar Meanchey."Ini keempat kalinya saya melarikan diri. Saya tidak tahu kapan saya bisa kembali," katanya dari tempat perlindungan pagoda 70 kilometer (43 mil) dari perbatasan. "Saya ingin masyarakat internasional membantu Kamboja dan memberi tahu tentara Thailand untuk berhenti," lanjutnya.Lebih dari 21.000 orang telah mengungsi dari tiga provinsi perbatasan Kamboja, kata Phnom Penh.Sementara, seorang petani Thailand, Samlee (56) memilih tetap tinggal di rumahnya untuk menjaga ternak, di bawah bayang-bayang konflik."Kapan ini berhenti? Saya ingin ini segera berakhir," ujarnya.Di provinsi Surin, Thailand, pekerja toko makanan, Sutida Pusa (30) berpindah-pindah antara tempat penampungan sementara dan rumahnya untuk menjaga properti mereka. Ia mengatakan, suara pertempuran tidak sekeras bentrokan awal tahun ini. Namun, ia tidak pernah mempercayai situasi tersebut.


(prf/ega)