Kakorlantas: 64 Persen Masyarakat Tinggalkan Jakarta Saat Libur Nataru

2026-01-12 04:04:54
Kakorlantas: 64 Persen Masyarakat Tinggalkan Jakarta Saat Libur Nataru
JEMBRANA, – Sebanyak 64 persen masyarakat tercatat telah meninggalkan Kota Jakarta selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).Pergerakan besar-besaran ini terjadi menuju sejumlah wilayah di pulau Jawa melalui jalur Tol Trans-Jawa, menyebrang ke wilayah Sumatera hingga menuju kawasan Bandung.Hal tersebut disampaikan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho saat meninjau kesiapan layanan penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Senin ."Rangkaian Nataru sampai saat ini cukup terkendali. Peningkatan arus di jalan tol juga terkendali, dan sudah 64 persen (masyarakat) yang sudah meninggalkan Jakarta, baik yang ke Trans Jawa, Sumatera, termasuk yang ke Bandung," ujar Agus, Senin.Baca juga: Destinasi Wisata di Jember yang Perlu Diwaspadai Saat Cuaca Ekstrem Selama Libur NataruAgus lantas menjelaskan, pengamanan selama libur Nataru difokuskan pada empat klaster utama yang menjadi titik krusial pergerakan masyarakat.Klaster pertama adalah jalan tol, jalan nasional, dan jalan arteri yang menjadi jalur utama arus keluar dan masuk kendaraan.Klaster kedua mencakup simpul transportasi, seperti pelabuhan dan penyeberangan, bandara, stasiun, dan terminal."Untuk pelabuhan dan penyeberangan yang hari ini kami kunjungi, alhamdulillah berjalan dengan lancar," kata Agus.Baca juga: Libur Nataru, Okupansi Hotel di Surabaya Capai 75 Persen meski Cuaca Tak MenentuKlaster ketiga adalah tempat-tempat ibadah. Menurut Agus, rangkaian pengamanan perayaan Natal telah dilewati dengan kondisi yang aman dan terkendali.Sementara klaster keempat adalah kawasan wisata yang mulai menjadi pusat konsentrasi pergerakan masyarakat pasca-Natal hingga menjelang perayaan Tahun Baru."Setelah Natal, fokus pengamanan bergeser ke tempat-tempat wisata dan persiapan perayaan tahun baru," ujarnya.Agus menambahkan, jajaran Kepolisian bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus berada di lapangan untuk memastikan kelancaran lalu lintas malam pergantian tahun sekaligus mengantisipasi arus balik liburan.Pengamanan, menurut dia, dilakukan secara menyeluruh, termasuk untuk masyarakat yang tengah melakukan perjalanan wisata."Negara harus hadir untuk menjamin keamanan, ketertiban masyarakat, serta keselamatan dan kelancaran lalu lintas selama Nataru," tandas Agus.Baca juga: Ada Wahana Baru, Pantai Bali 2 Indramayu Kedatangan Lebih Banyak Pengunjung Saat Nataru


(prf/ega)