Dua Bibit Siklon Tropis Terpantau, BMKG Prakirakan Gelombang Tinggi 16–19 Desember 2025

2026-01-12 05:59:51
Dua Bibit Siklon Tropis Terpantau, BMKG Prakirakan Gelombang Tinggi 16–19 Desember 2025
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan adanya dua bibit siklon tropis yang berpotensi memicu gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia pada periode 16–19 Desember 2025.Dua sistem cuaca tersebut masing-masing adalah Bibit Siklon Tropis 93S yang terpantau di Samudra Hindia selatan Jawa Timur, serta Bibit Siklon Tropis 95S yang berada di Laut Arafura barat Papua Selatan.Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo, mengatakan keberadaan dua bibit siklon tropis itu berkontribusi terhadap peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang, khususnya di wilayah perairan selatan Indonesia dan perairan sekitar Papua.“Keberadaan dua sistem tersebut memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang, khususnya di wilayah perairan selatan Indonesia dan perairan sekitar Papua,” ujar Eko di Jakarta, Selasa .Baca juga: BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi 16-19 Desember Akibat Bibit Siklon 93S dan 95SBMKG menjelaskan, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan berkisar 8–30 knot.Sementara itu, di wilayah Indonesia bagian selatan, arah angin dominan bergerak dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan antara 6–30 knot.Kondisi ini, menurut BMKG, turut memperkuat pembentukan gelombang tinggi di sejumlah perairan strategis nasional.BMKG memprakirakan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah wilayah perairan, antara lain:Selain itu, potensi gelombang dengan kategori yang sama juga diperkirakan terjadi di:Baca juga: Dua Bibit Siklon Tropis Muncul, BMKG Prediksi Gelombang Tinggi di Laut Jawa hingga PapuaTak hanya itu, BMKG juga mengeluarkan peringatan gelombang sangat tinggi dengan ketinggian mencapai 2,5 hingga 4 meter.Gelombang sangat tinggi tersebut berpeluang terjadi di:Kondisi ini dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan aktivitas di laut.Eko menegaskan, gelombang tinggi akibat bibit siklon tropis tersebut dapat membahayakan berbagai jenis moda transportasi laut.“Kondisi ini dapat membahayakan keselamatan pelayaran, terutama bagi perahu nelayan, kapal tongkang, kapal feri, hingga kapal berukuran besar,” kata Eko.BMKG pun mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, serta pelaku aktivitas maritim untuk meningkatkan kewaspadaan dan selalu memantau informasi cuaca maritim terkini dari BMKG.Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan di lapangan, terutama selama periode potensi gelombang tinggi 16–19 Desember 2025.


(prf/ega)