LAMPUNG, - Pantauan udara yang dilakukan Kapolda Lampung, Inspektur Jenderal (Irjen) Helfi Assegaf, pada Minggu , mengungkapkan kondisi hutan di Kabupaten Pesisir Barat yang memprihatinkan.Kegiatan ini dilakukan menggunakan helikopter untuk menilai dugaan pembalakan liar yang terjadi di kawasan tersebut.Hasil pantauan menunjukkan bahwa sejumlah titik di kawasan hutan telah berubah menjadi lahan terbuka.Foto dan video yang diperoleh memperlihatkan gelondongan kayu yang tersebar di lahan-lahan tersebut.Baca juga: Kapolda Lampung Periksa Kayu Terdampar, Ada Stiker Kemenhut dan PerusahaanBeberapa lereng bukit juga tampak gundul, dengan warna tanah cokelat kemerahan yang mencolok, kontras dengan vegetasi hijau di sekitarnya.Jalur-jalur tanah merah yang menyerupai jalan setapak terlihat membelah kawasan hutan, diduga sebagai akses kendaraan untuk mengangkut kayu hasil pembalakan.Kerusakan lingkungan juga terlihat dari adanya erosi dan longsoran kecil di beberapa titik.Hilangnya tutupan vegetasi membuat struktur tanah di area lereng menjadi tidak stabil, sehingga berisiko tinggi mengalami longsor, terutama saat hujan deras.Baca juga: Polisi Hentikan Pembalakan Hutan di Pesisir Barat Lampung, 3 Orang DitangkapTerkait dengan temuan tersebut, Helfi menyatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman atas dugaan pembalakan liar."Kita koordinasikan dengan Kemenhut untuk titik koordinat lokasinya, apakah masuk hutan lindung atau tidaknya," ungkap Helfi di Mapolda Lampung, Senin .Ia menambahkan, seluruh pihak yang diduga terlibat akan dipanggil untuk dimintai keterangan.Sementara itu, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Lampung telah mengeluarkan surat edaran terkait penebangan pohon."Kita imbau kepada masyarakat untuk tidak menebang dahulu pohon-pohon besar meskipun ada di atas tanah pribadi," katanya.Mirza, sapaan akrabnya, juga menegaskan pentingnya percepatan reboisasi, khususnya di kawasan dan sekitar hutan lindung.
(prf/ega)
Pantauan Udara Lokasi Pembalakan Liar di Lampung, Hutan Habis Ditebang
2026-01-13 00:32:59
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-13 01:10
| 2026-01-13 00:47
| 2026-01-13 00:07
| 2026-01-12 23:05










































