BTN (BBTN) Dorong Inovasi Hunian untuk Program Tiga Juta Rumah

2026-02-04 18:06:15
BTN (BBTN) Dorong Inovasi Hunian untuk Program Tiga Juta Rumah
JAKARTA, – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) melanjutkan rangkaian roadshow BTN Housingpreneur 2025 di Universitas Sumatera Utara (USU), Medan.Ini merupakan salah satu upaya perseroan mencari solusi hunian masa depan yang lebih adaptif, berkelanjutan, dan sesuai dengan perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia.Pendekatan ini sekaligus menjadi dukungan BTN terhadap Program Tiga Juta Rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.Baca juga: BTN Tuntaskan Penyaluran Dana Pemerintah Rp 25 Triliun, Dorong Kredit PerumahanDOK KEMENTERIAN PUPR Ilustrasi perumahan sederhana.Corporate Secretary BTN Ramon Armando, mengatakan kebutuhan masyarakat terhadap hunian terus berubah seiring dinamika gaya hidup, terutama di kawasan perkotaan.Karena itu, pencarian inovasi tidak cukup dilakukan dari sisi pengembang atau pelaku industri saja, tetapi juga harus menyertakan gagasan dari akar rumput, termasuk generasi muda.“BTN Housingpreneur 2025 merupakan wujud komitmen BTN mendukung Program Tiga Juta Rumah agar lahir terobosan nyata dan relevan yang menjawab kebutuhan akan rumah layak huni serta terjangkau bagi masyarakat Indonesia,” ujar Ramon dalam keterangan tertulis, dikutip pada Jumat .Roadshow di USU juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadirkan inovasi perumahan.Baca juga: Hingga Oktober 2025, Rp 315 Triliun Digelontorkan untuk Subsidi Energi hingga PerumahanKepala Kantor BTN Wilayah Sumatera, Noor Ridlo, menegaskan program BTN Housingpreneur tidak hanya dimaksudkan sebagai ajang kompetisi, melainkan sebagai gerakan untuk memperkuat keterlibatan berbagai pihak.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-02-04 17:36