Prabowo Langsung Naik Heli Tinjau Lokasi Banjir Tapanuli Utara

2026-01-14 03:26:32
Prabowo Langsung Naik Heli Tinjau Lokasi Banjir Tapanuli Utara
JAKARTA, - Presiden Prabowo Subianto tiba di Sumatera Utara untuk meninjau lokasi banjir dan tanah longsor pada Senin yang terjadi beberapa hari belakangan. Dilihat dari tayangan Kompas TV, Kepala Negara ditemani oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf hingga Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Setelah keluar dari pesawat yang mendarat di Bandara Sisingamangaraja XII, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, ia segera menuju helikopter untuk menuju lokasi banjir secara langsung mengingat banyak akses jalan yang terputus.Baca juga: Prabowo Tiba di Sumatera Utara untuk Tinjau Banjir Helikopter tersebut sudah tersedia di bandara yang sama untuk dinaiki Presiden Prabowo.Sekitar 40 menit berselang, Prabowo kemudian mendarat di Tapanuli Tengah.Dia disambut oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.Ada pula Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution dan Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu.Di lokasi, sudah ada pula Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno.Dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Prabowo akan meninjau langsung kondisi lapangan termasuk situasi di titik-titik yang mengalami kerusakan serta gangguan layanan dasar.Baca juga: Presiden Prabowo Bertolak ke Sumut Tinjau Bencana Banjir Peninjauan merupakan bentuk respons cepat pemerintah dalam memastikan seluruh upaya penanganan bencana berjalan dengan optimal. Dalam kunjungan kerja ini, Prabowo juga akan memastikan bahwa langkah-langkah darurat telah dilaksanakan sesuai standar penanganan bencana yang cepat, tepat, dan terkoordinasi.Sejauh ini, pemerintah tengah menyiapkan langkah pemulihan infrastruktur dasar, termasuk akses jalan, jembatan, energi, telekomunikasi, serta layanan kesehatan. Adapun sebelumnya, Presiden Prabowo telah meminta seluruh jajaran untuk bekerja cepat dalam penanganan agar dampak bencana dapat diminimalkan. Seluruh proses penanganan darurat diharapkan makin terkoordinasi dan memberikan kepastian bagi masyarakat bahwa negara hadir dalam penanganan bencana. Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan aparat di lapangan seiring potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-01-14 01:53