AS Tinggal Sejengkal Lagi Serang Venezuela, Pesawat Militer Sudah di Bandara Trinidad

2026-01-12 05:18:59
AS Tinggal Sejengkal Lagi Serang Venezuela, Pesawat Militer Sudah di Bandara Trinidad
WASHINGTON, — Amerika Serikat (AS) dinilai kian mendekati langkah militer terhadap Venezuela setelah Trinidad dan Tobago memberi izin kepada pesawat militer AS untuk menggunakan bandara-bandara di negaranya.Keputusan ini memicu kekhawatiran bahwa Washington tengah menyiapkan opsi serangan terhadap Caracas, mengingat jarak Trinidad ke Venezuela hanya sekitar belasan kilometer di titik terdekat.Izin tersebut diberikan di tengah meningkatnya tekanan politik, ekonomi, dan militer AS terhadap pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.Baca juga: Momen Mencekam Pesawat Sipil Hampir Tabrak Tanker AS Dekat VenezuelaPemerintah Trinidad dan Tobago pada Senin menyatakan telah mengizinkan pesawat militer Amerika Serikat menggunakan bandara nasional dalam beberapa minggu ke depan.Kementerian Luar Negeri Trinidad menyebut penggunaan itu bersifat “logistik”, termasuk “memfasilitasi pengisian ulang pasokan dan rotasi rutin personel”.Adapun Kepulauan Trinidad dan Tobago dikenal sebagai pendukung kuat tekanan militer dan ekonomi Presiden AS Donald Trump terhadap Caracas.Perdana Menteri Kamla Persad-Bissessar bahkan secara terbuka membuka negaranya bagi kehadiran pasukan AS, seiring Washington membangun pengerahan militer besar di kawasan tersebut.Pejabat AS menyatakan operasi itu bertujuan memerangi “narko-teroris”. Namun, pemerintahan Trump secara khusus terus meningkatkan tekanan terhadap Venezuela dan Presiden Nicolas Maduro, yang tidak diakui Washington sebagai presiden sah negara tersebut.Dalam beberapa bulan terakhir, tanda-tanda eskalasi militer semakin terlihat. Pada Oktober lalu, sebuah kapal perusak berpeluru kendali milik AS berlabuh di lepas Pulau Trinidad selama empat hari untuk latihan bersama, dengan posisi yang masih berada dalam jangkauan tembak ke wilayah Venezuela.Bulan berikutnya, satu kontingen Marinir AS juga mengikuti latihan militer di kepulauan Trinidad dan Tobago, memperkuat kehadiran militer AS di kawasan yang sensitif secara geopolitik.Baca juga: Urusan Venezuela Belum Selesai, Trump Sudah Ancam Presiden KolombiaX/@AGPamBondi Rekaman video detik-detik militer AS sita kapal tanker minyak di lepas pantai Venezuela, Rabu AS juga memasang radar di bandara baru di Pulau Tobago. Menurut Perdana Menteri Persad-Bissessar, radar tersebut ditujukan untuk mendeteksi penyelundupan narkoba dari Venezuela serta pengiriman minyak yang melanggar sanksi.Ketegangan memuncak ketika Caracas menuduh Trinidad dan Tobago ikut terlibat dalam “pencurian” minyak Venezuela, menyusul penyitaan sebuah kapal tanker oleh pasukan AS pekan lalu.Washington menyatakan penyitaan itu ditujukan pada “rezim” Maduro, sementara Venezuela mengecamnya sebagai tindakan “pembajakan internasional”.Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez menuduh Perdana Menteri Kamla Persad-Bissessar memiliki “agenda bermusuhan terhadap Venezuela.”Ia juga menegaskan kembali bahwa Caracas akan menghentikan eksplorasi gas alam bersama Trinidad dan Tobago sebagai respons atas langkah tersebut.Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Trinidad dan Tobago Sean Sobers membela keputusan pemerintahnya.Ia mengatakan, langkah itu merupakan bagian dari komitmen pemerintah “terhadap kerja sama dan kolaborasi dalam upaya mengejar keselamatan dan keamanan bagi Trinidad dan Tobago serta kawasan yang lebih luas.”Baca juga: Kekuatan Penuh, AS Disebut Kerahkan Jet Tempur, Pesawat Pengebom, hingga Drone ke Venezuela


(prf/ega)