Syuriyah PWNU DKI Jakarta: Rais Aam dan Ketum Tak Bisa Diberhentikan Tengah Jalan Kecuali Lewat Muktamar

2026-01-11 03:43:53
Syuriyah PWNU DKI Jakarta: Rais Aam dan Ketum Tak Bisa Diberhentikan Tengah Jalan Kecuali Lewat Muktamar
Jakarta Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta mengingatkan, Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) berpotensi tidak dapat digelar dalam waktu sangat lama jika konflik antara Rais Aam dan Ketua Umum PBNU tidak segera diselesaikan melalui islah atau damai.Hal itu disampaikan Rais Syuriyah PWNU DKI Jakarta, KH Muhyidin Ishaq, usai pertemuan PWNU se-Indonesia dalam rangka rapat koordinasi persiapan Harlah ke-103 NU di Kantor Pusat PBNU, Jakarta Pusat, Rabu .KH Muhyidin menyatakan, kedua pimpinan tertinggi NU adalah sama-sama mandataris Muktamar. Sehingga keduanya tidak dapat diberhentikan di tengah jalan kecuali melalui forum Muktamar.Advertisement“Baik Rais Aam maupun Ketua Umum tidak bisa diberhentikan di tengah jalan. Kecuali lewat Muktamar. Apakah Muktamarnya biasa atau luar biasa. Kan cuma dua Muktamar itu,” ujarnya.


(prf/ega)