BANDA ACEH, – Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, telah menjalani pemeriksaan oleh tim Itjen Kemendagri di Banda Aceh.Juru Bicara (Jubir) Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, mengatakan, pemeriksaan dilakukan sejak Senin hingga malam hari."Pemeriksaan ke pihak-pihak terkait dilakukan sejak siang, sore, sampai malam terhadap Bupati Aceh Selatan," kata MTA saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa .Namun, MTA tidak mengetahui hasil dari pemeriksaan tersebut.Begitu juga menyangkut soal apakah ada sanksi yang dijatuhkan langsung.Baca juga: Bupati Aceh Selatan Minta Maaf Umrah di Tengah Bencana, Terutama ke Prabowo "Terkait sanksi dan atau kebijakan lanjutan terhadap yang bersangkutan tentu sepenuhnya menjadi kewenangan Mendagri," ujarnya.Karena itu, sebut MTA, menyangkut hasil pemeriksaan, pihaknya juga sedang menunggu pernyataan resmi dari Mendagri."Jika ada informasi terbaru terkait hal ini, akan segera kami sampaikan kembali," tuturnya.Sebelumnya diberitakan, Bupati Aceh Selatan, Mirwan, pergi ke Tanah Suci dalam rangka ibadah umrah.Keberangkatannya itu mendapatkan sorotan dan viral di media sosial (medsos) lantaran kondisi Aceh tengah dilanda banjir.Sebelumnya, Bupati Aceh Selatan itu telah mengeluarkan Surat Pernyataan Ketidaksanggupan dalam penanganan tanggap darurat banjir dan longsor yang menerjang wilayahnya. Surat itu diterbitkan pada 27 November 2025.Baca juga: Setelah Umrah, Bupati Aceh Selatan Janji Bertanggung Jawab PascabanjirBupati Aceh Selatan, Mirwan MS, menyampaikan permohonan maaf atas kepergiannya menunaikan ibadah umrah di tengah kondisi daerah sedang dilanda musibah banjir.Permohonan maaf itu disampaikan Mirwan MS dalam sebuah video singkat yang diterima kompas.com melalui tim medianya.Mirwan menyebut, selaku Bupati Aceh Selatan, dia dengan segala kerendahan hati menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan, keresahan, dan kekecewaan banyak pihak."Terutama kepada Bapak Presiden RI, Prabowo Subianto dan Mendagri Tito Karnavian, dan juga kepada Bapak Gubernur Aceh Muzakir Manaf," katanya.Permohonan maafnya juga ditujukan kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia, masyarakat Aceh, dan masyarakat kabupaten Aceh Selatan khususnya."Kami menyadari bahwa kepergian kami di tengah musibah menyita perhatian publik dan mengganggu stabilitas nasional," ujarnya.
(prf/ega)
Bupati Aceh Selatan Sudah Diperiksa Mendagri soal Pergi Umrah di Tengah Banjir
2026-01-12 04:01:04
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:03
| 2026-01-12 03:37
| 2026-01-12 03:07
| 2026-01-12 02:39
| 2026-01-12 02:27










































