Bareskrim Periksa Saksi dan Sita 27 Kayu Gelondongan dari Banjir Tapsel

2026-01-12 22:15:50
Bareskrim Periksa Saksi dan Sita 27 Kayu Gelondongan dari Banjir Tapsel
JAKARTA, - Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri mengambil sekitar 27 sampel kayu gelondongan yang berada di sekitar Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan.Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Mohammad Irhamni menegaskan bahwa 27 sampel kayu gelondongan yang terbawa arus diambil untuk mendalami asal-usulnya."Posko sudah didirikan 3 km dari TKP (Tempat Kejadian Perkara) DAS (Daerah Aliran Sungai) Garoga. Di sekitar TKP ini, 27 sampel kayu telah diambil, police line terpasang," kata Irhamni dalam keterangan persnya, Senin .Baca juga: Misteri Angka di Kayu Gelondongan Pasca Banjir SumateraSelain itu, Kepala Desa Garoga dan sejumlah saksi sudah diperiksa guna mendalami soal kayu gelondongan yang terbawa arus di sana."Pemeriksaan kepala desa dan saksi-saksi telah dilakukan," tuturnya.Irhamni mengatakan, Polri juga menggandeng ahli untuk mendalami soal jenis dan spesifikasi kayu-kayu gelondongan yang disita tersebut.Baca juga: Menteri LH Sebut Kayu Banjir Bukan dari Hulu Batang ToruHasil pemeriksaan sementara mencatat bahwa jenis kayu yang dominan adalah karet, ketapang, durian, dan lainnya.Selain itu, penyidik menduga ada peran manusia dalam penebangan kayu-kayu itu.Sebab, pada kayu yang disita terdapat bekas gergaji hingga alat berat."Identifikasi kayu menunjukkan beberapa kategori kayu hasil gergajian, kayu yang dicabut bersama akar, kayu hasil longsor, kayu hasil pengangkutan loader," terang dia.Baca juga: Ini Jenis-jenis Kayu Gelondongan di Banjir Sumut Menurut KemenhutDiketahui, gelondongan-gelondongan kayu di banjir Sumatera ini menimbulkan sorotan soal kerusakan lingkungan yang melatarbelakangi banjir besar yang memakan banyak korban di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.Aparat negara pun terlibat menelusuri asal usul kayu gelondongan di banjir Sumatera.Penyelidikan yang dilakukan Dittipidter Bareskrim ini dipertegas oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo usai melakukan rapat tertutup dengan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni.Sigit mengatakan, pihaknya akan mendalami dan mengusut dugaan pembalakan liar yang menyebabkan banjir di Sumatera.“Kami akan melakukan pendalaman terlebih dahulu bersama-sama dengan tim," kata Sigit, Kamis lalu.Salurkan bantuan Anda untuk korban banjir Sumatera lewat tautan kanal donasi di bawah ini:https://kmp.im/BencanaSumatera


(prf/ega)