FLORES TIMUR, - Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Polisi Dedi Prasetyo meresmikan early warning system (EWS) atau sistem peringatan dini di kawasan Gunung Api Lewotobi Laki-laki pada Sabtu .Sistem peringatan dini tersebut dipasang di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Peresmian tersebut dihadiri Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko, dan Wakapolda NTT Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo, serta sejumlah pejabat Pemkab Flores Timur.“Alat ini adalah bagian dari infrastruktur keamanan nasional dalam mitigasi bencana,” kata Dedi Prasetyo.Baca juga: Gunung Lewotobi Naik Status ke Level Awas, Penyintas Dilarang Pulang KampungDedi menjelaskan bahwa pembangunan sistem peringatan dini merupakan bukti komitmen Polri dalam mendukung mitigasi bencana di Indonesia.Selain itu, pemasangan sistem tersebut penting dalam upaya menjaga keselamatan masyarakat terhadap potensi bencana alam, terutama di wilayah rawan erupsi.“Dengan adanya sistem ini, langkah penanggulangan bencana dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” ujarnya.Dedi mengungkapkan, sepanjang tahun 2025, 178 bencana terjadi di Indonesia, mulai dari banjir, angin puting beliung hingga aktivitas gunung berapi.Oleh karena itu, menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan nasional yang berbasis teknologi.Dia pun berharap bantuan tersebut dapat berguna bagi masyarakat di lereng Gunung Lewotobi Laki-laki.Baca juga: Aktivitas Gunung Lewotobi Meningkat, Ada Kemungkinan Erupsi Eksplosif Sementara itu, Kepala Desa Pululera, Paulus Sony Sang Tukan, mengungkapkan bahwa mayoritas warganya lebih banyak bekerja di sektor pertanian, yang mana lahan garapan mereka berada dalam radius bahaya erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.Di sisi lain, aktivitas erupsi kerap terjadi sehingga membuat masyarakat panik.Oleh karena itu, menurut Paulus, keberadaan sistem peringatan dini tersebut membantu menciptakan rasa aman bagi warganya.“Kami merasa sangat terbantu. Keberadaan EWS akan memberikan rasa aman dan meningkatkan kesiapsiagaan warga dalam melakukan aktivitas pertanian,” kata Paulus.Untuk diketahui, hingga saat ini status Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada level IV awas. Warga diimbau tidak melakukan aktivitas dalam radius 6-7 kilometer dari pusat erupsi.Baca juga: Status Gunung Lewotobi Naik dari Level Siaga ke Awas, Radius Bahaya Diperluas
(prf/ega)
Wakapolri Resmikan Sistem Peringatan Dini Gunung Lewotobi: Bagian dari Mitigasi Bencana
2026-01-13 06:41:34
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-13 06:43
| 2026-01-13 05:35
| 2026-01-13 05:32
| 2026-01-13 05:18
| 2026-01-13 04:16










































