Banjir dan Longsor Terjang Tapsel Sumut, 8 Orang Meninggal, Ribuan Warga Mengungsi

2026-01-12 06:22:12
Banjir dan Longsor Terjang Tapsel Sumut, 8 Orang Meninggal, Ribuan Warga Mengungsi
- Banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, setelah hujan deras berintensitas tinggi mengguyur daerah tersebut sejak Senin pagi.Bencana yang terjadi sekitar pukul 07.00 WIB itu menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta memaksa ribuan warga mengungsi.Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapsel yang dipimpin Julkarnaen Siregar, sedikitnya 11 kecamatan terdampak.Wilayah itu mencakup Sipirok, Marancar, Batangtoru, Angkola Barat, Muara Batangtoru, Angkola Sangkunur, Angkola Selatan, Sayur Matinggi, Batang Angkola, Tanah Timbangan Angkola, serta Angkola Muaratais.Sejumlah titik dilanda banjir, sementara kawasan lain tertimbun longsor.Baca juga: Update Banjir dan Longsor Sibolga: 5 Orang Tewas, 4 Hilang, dan 17 Rumah RusakDalam laporan yang diterima Antara pada Rabu, BPBD melaporkan delapan warga meninggal dunia: satu orang di Kecamatan Sipirok, satu orang di Angkola Barat, dan enam orang di Batangtoru.Puluhan warga lain mengalami luka berat maupun ringan, terdiri dari satu korban di Sipirok, satu di Angkola Barat, serta 56 orang di Batangtoru.Hingga Selasa , sekitar 3.000 kepala keluarga terpaksa mengungsi karena rumah mereka terendam atau wilayahnya tidak lagi aman untuk ditinggali.Proses pendataan kerusakan bangunan dan infrastruktur masih terus berlangsung di lapangan.BPBD Tapsel bersama TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Basarnas telah melakukan kaji cepat, evakuasi korban, serta mengevakuasi warga yang terjebak banjir menggunakan perahu karet.Baca juga: Banjir dan Longsor di Sibolga, Jaringan Terganggu, Warga Khawatir Tak Bisa Hubungi KeluargaHingga saat ini, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih mengguyur sejumlah daerah terdampak.Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari terhitung mulai Selasa . Proses penerbitan surat keputusan penetapan status tersebut masih berjalan.Sejumlah kebutuhan mendesak juga telah diajukan untuk mempercepat penanganan, di antaranya 3.000 paket sembako, perlengkapan keluarga dan dapur, tenda pengungsi, kasur, selimut, perahu karet, chainsaw, paket peralatan kebersihan, makanan siap saji, serta tambahan personel pendukung.Pusdalops BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat cuaca di wilayah Sumatera Utara masih berpotensi ekstrem dalam beberapa hari ke depan, termasuk risiko banjir susulan dan longsor di kawasan rawan maupun di sepanjang aliran sungai.


(prf/ega)