BENGKULU, - Pemerintah Daerah (Pemda) Bengkulu Selatan telah membentuk tim penyelesaian sengketa agraria yang terjadi di Kecamatan Pino Raya.Sengketa ini mengakibatkan lima petani tertembak dan satu karyawan perusahaan mengalami luka kritis pada Rabu .Pembentukan tim ini disampaikan oleh Wakapolda Bengkulu, Brigjen Pol Dicky Sondani, usai menggelar rapat penyelesaian sengketa antara perusahaan perkebunan kelapa sawit, PT Agro Bengkulu Selatan (ABS), dan masyarakat yang tergabung dalam Forum Masyarakat Pino Raya (FMPR).Rapat tersebut dihadiri oleh berbagai unsur, termasuk kepolisian, DPRD, kejaksaan, BPN, dan Pemda, yang berlangsung di kantor bupati Bengkulu Selatan."Kami baru selesai menggelar rapat terkait peristiwa yang terjadi antara PT ABS dengan masyarakat Pino Raya. Setelah mendengarkan beberapa pendapat dari semua pihak, disepakati pembentukan tim," ujar Wakapolda kepada media.Baca juga: Kronologi Tertembaknya Lima Petani di Bengkulu Versi PerusahaanIa menambahkan, tim yang dibentuk oleh bupati akan terdiri dari sejumlah unsur yang hadir dalam rapat tersebut.Tim ini ditugaskan untuk melakukan pengecekan mendalam mengenai kepemilikan lahan antara perusahaan dan masyarakat."Nanti akan dicari jalan keluar agar jelas apakah di dalam HGU itu ada hak-hak dari masyarakat, pengaturan plasma, CSR, dan lainnya. Tim bekerja selama satu bulan, dan pada 2 Januari 2026 kami harapkan sudah memberikan hasil dan solusi yang saling menguntungkan," tegasnya.Bupati Bengkulu Selatan, Rifai Tajudin, juga menyampaikan pernyataan serupa.Ia menjelaskan, langkah pertama kerja tim ini adalah menahan perusahaan agar tidak beraktivitas terlebih dahulu, terutama di wilayah yang berkonflik.Selanjutnya, tim akan turun ke masyarakat untuk menciptakan suasana yang nyaman, sebelum menggali permasalahan dari kedua belah pihak."Mungkin ada kewajiban-kewajiban yang terlalaikan, mungkin juga ada hak dari PT yang dilindungi oleh undang-undang yang dilanggar. Ini semua akan diidentifikasi untuk dicarikan jalan keluar," ungkap bupati.Baca juga: Kronologi Penembakan Lima Petani di Bengkulu Versi PolisiBupati juga menekankan pentingnya agar pihak yang lebih besar mengalah sedikit demi sedikit."Yang besar mengalah beri kesempatan yang kecil agar mereka bisa berusaha. Mereka bukan cari kaya tetapi cari hidup, tetapi hak perusahaan harus dihormati karena perusahaan juga dilindungi UU," tambahnya.Ia menekankan pentingnya ketenangan dan kondusifitas sambil menghimpun data dan mendengarkan kedua belah pihak.Bupati juga menegaskan bahwa saat ini tidak membahas apakah izin perusahaan akan dievaluasi atau dicabut, melainkan lebih menekankan pada pencarian solusi yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.Sebelumnya, pada Senin , dilaporkan bahwa lima petani tertembak oleh keamanan perusahaan perkebunan kelapa sawit, sementara satu karyawan perusahaan mengalami luka kritis dan dirawat di rumah sakit.
(prf/ega)
Pemda Bengkulu Selatan Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Agraria, Sebulan Selesai
2026-01-11 15:01:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 15:38
| 2026-01-11 15:26
| 2026-01-11 13:48
| 2026-01-11 13:21










































