Dorong Penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi, ADHI Gelar Risk Townhall 2025

2026-02-04 01:08:50
Dorong Penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi, ADHI Gelar Risk Townhall 2025
- PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) sebagai perusahaan konstruksi nasional menyelenggarakan Risk Townhall 2025 bertema “Synergy in Uncertainty: Risk Management as the Core of ADHI Integration and Transformation”.Kegiatan tersebut digelar dalam rangka meningkatkan budaya sadar risiko pada insan ADHI serta menanamkan pentingnya manajemen risiko dalam setiap aspek operasional perusahaan untuk mendukung keberlanjutan dan ketahanan perusahaan.Risk Townhall 2025 berlangsung di Kantor Operasional ADHI, Rabu . Acara ini dihadiri oleh jajaran komisaris, direksi, dan manajemen ADHI, risk owner dan compliance owner, serta insan ADHI di seluruh unit kerja.Dalam rangkaian acara tersebut, ADHI menghadirkan mantan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Garuda Indonesia (Persero) Prasetio sebagai pembicara utama.Ia membagikan wawasan strategis terkait pentingnya manajemen risiko sebagai pilar ketahanan dan keberlanjutan perusahaan dalam menghadapi tantangan bisnis yang dinamis.Baca juga: Manajemen Risiko untuk Instansi Pemerintah Tercantum dalam Aturan IniADHI meyakini bahwa penerapan manajemen risiko bukan sekadar bentuk kepatuhan, tetapi fondasi penting dalam penerapan good corporate governance (GCG) dan memastikan keberlanjutan usaha.Penerapan manajemen risiko juga diintegrasikan dalam budaya perusahaan learner, adaptive, militant, problem solver (LAMPs), sehingga menjadi perilaku kerja yang tertanam dalam setiap insan ADHI.Penyelenggaraan Risk Townhall 2025 bertujuan untuk memperkuat pemahaman mengenai pentingnya manajemen risiko dalam setiap aspek operasional perusahaan, serta mendorong kolaborasi lintas fungsi dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan mengelola risiko secara efektif.Acara ini sekaligus menjadi wadah komunikasi sebagai bentuk komitmen manajemen dalam menerapkan manajemen risiko terintegrasi dan memperkuat kepatuhan sebagai fondasi ketahanan perusahaan.Baca juga: Pertamina Audiensi dengan KPK, Bahas Manajemen Risiko dan Pencegahan KorupsiDok. ADHI Karya Penyerahan penghargaan ?Risk Awards? kepada risk officer terbaik dari seluruh unit kerja ADHI Karya dalam acara Risk Townhall 2025, Rabu .Melalui acara tersebut, ADHI juga memberikan penghargaan “Risk Awards” kepada risk officer terbaik dari seluruh unit kerja.Dalam sambutannya, Direktur Utama ADHI Entus Asnawi Mukshon menyampaikan bahwa penghargaan yang diberikan kepada pelaku risiko dari level korporasi hingga proyek diharapkan mampu menunjukkan sikap dan kinerja sadar risiko para insan ADHI yang memberi manfaat bagi perusahaan.“Melaksanakan manajemen risiko merupakan komitmen kita bersama sebagai bagian dari kesadaran dan peningkatan kapabilitas insan ADHI dalam mendukung proses bisnis menuju ADHI yang selalu tumbuh dan berkelanjutan,” ujar Entus dalam keterangan resminya, Rabu.ADHI percaya, manajemen risiko yang efektif dan terintegrasi menjadi kunci dalam menciptakan dan melindungi nilai perusahaan, sekaligus memastikan kontribusi ADHI bagi pembangunan Indonesia dapat terus berkelanjutan.Baca juga: Kasus Kecelakaan Meningkat, Kemenpar Siapkan Juknis Manajemen Risiko Pariwisata


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-02-03 22:32