SALATIGA, - Kurang lebih 200 ikan gupi mengikuti Festival Atraksi Ikan Hias Salatiga 2025. Harga ikan pemenang kontes bisa mencapai jutaan rupiah.Ada delapan kelas yang dipertandingkan dalam kontes yang dihelat di Lapangan Kembangarum, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Minggu .Salah seorang juri Festival Atraksi Ikan Hias Salatiga 2025, Iwan Prasetya, mengatakan penilaian dalam kontes meliputi warna ikan, bentuk ekor, dan bodi fisik."Ikan yang menang dalam kontes otomatis harganya ikut melonjak, kisaran Rp 500.000 hingga Rp 1 juta," ungkapnya.Baca juga: Dari Salatiga ke ITB: Perjalanan Rigel Menemukan Jati Diri Lewat Beasiswa TeladanSementara, kelas yang dipertandingkan adalah albino solid, tuxedo, pattern, halfmoon open, juve solid, juve tuxedo, juve pattern, dan female open.Iwan mengatakan, saat ini harga ikan gupi cenderung merosot meski sudah lebih stabil dibanding tahun-tahun sebelumnya."Kami berharap dengan adanya gelaran kontes-kontes ini, harga gupi kembali membaik sehingga pembudidaya merasakan dampak positifnya," ujarnya.Beberapa tahun lalu, ia mengatakan, pembudidaya bisa meraup cuan hingga puluhan juta rupiah."Sebelum Covid, itu pembudidaya pemula bisa mendapat penghasilan antara Rp 3-5 juta. Saat Covid menanjak di kisaran Rp 7-10 juta. Kalau yang sudah expert bahkan bisa Rp 30 juta, namun setelah Covid itu merosot tajam," kata Iwan.Baca juga: Kisah Dua Penjaga TPU Wates Salatiga: Mengabdi Tanpa Upah Tetap demi Merawat MakamPembudidaya ikan gupi, Ismoyo Dhiastomo, mengatakan saat ini harga ikan gupi mulai naik seiring banyaknya 'pemain' baru."Soal harga memang lebih terjangkau, dan ikan hias ini menjadi lebih digemari semua kalangan, dari anak hingga dewasa," ujarnya.Ia mengatakan, ikan hias di pasaran saat ini sekitar Rp 3.000 sampai dengan Rp 5.000. Jika beli sepasang, harganya sekitar Rp 30.000."Kalau untuk harga per ekor ikan hias di pasar, kisaran Rp 3.000 hingga Rp 5.000. Tapi kalau pasangan atau paket jadi lebih mahal, Rp 30.000, karena yang jantan untuk hias dan yang betina untuk budidaya," kata Dhias, panggilan akrabnya.Dhias mengatakan, ikan gupi digemari salah satunya karena pemeliharaannya yang mudah.Untuk pakan, bisa menggunakan cacing sutra, pelet, dan kutu air."Faktor air yang penting secara berkala dikuras untuk menjaga kebersihannya, bisa menggunakan aerator ataupun tidak," ujarnya.Baca juga: Lewat Kontes Ikan Gupi, BRSDM Tingkatkan Peluang Budi Daya Ikan Hias"Untuk budidaya atau persilangan juga normal, selain bisa dikawinkan dengan sesama gupi kontes atau pasar, bisa juga dengan gupi alam yang biasa ada di sungai-sungai," ungkap Dhias.
(prf/ega)
Festival Ikan Hias Salatiga, Harga Gupi Juara Kontes Tembus Rp 1 Juta
2026-01-12 09:51:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 10:26
| 2026-01-12 10:09
| 2026-01-12 09:35
| 2026-01-12 08:37










































