Menunggu Surat dari Kantor Gubernur Bobby Nasution

2026-01-12 06:06:51
Menunggu Surat dari Kantor Gubernur Bobby Nasution
NAK, catatlah ini.Pada Senin, 24 November 2025, Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution menerima sejumlah masyarakat dari pelbagai elemen seperti masyarakat adat di Tanah Batak, pemuka agama (pastor dan pendeta), akademisi, dan ahli hukum di kantornya untuk mengadakan evaluasi atas pelanggaran HAM dan perusakan lingkungan hidup oleh PT TPL.Setelah sesi pengaduan masyarakat adat, ada satu cuplikan yang 'menegangkan'. Mengapa diksi ini yang dipakai?Bobby Nasution mengungkapkan bahwa ia sendiri setuju dengan masyarakat adat, TPL mesti ditutup.Gubernur Sumatera Utara yang menjabat sejak 20 Februari 2025 tersebut menilai bahwa dampak negatif yang ditimbulkan oleh PT TPL jauh lebih kuat dibandingkan dengan dampak positif di Provinsi Sumatera Utara.Mendengar ungkapan tersebut, masyarakat yang hadir tentu bahagia.Baca juga: Tuan Rondahaim dan Semangatnya KiniNamun, kebahagiaan itu belum final. Bobby dan jajarannya akan mengeluarkan surat rekomendasi untuk menutup sementara PT TPL ke pemerintah pusat.Ia siap memediasi masyarakat yang sedang memperjuangkan hak atas tanah leluhur. Masalahnya, apakah surat rekomendasi tersebut akan (segera) ditanggapi oleh mereka yang berkuasa di pusat dengan keputusan yang diharapkan?Di sinilah letak plot yang menegangkan itu.Nak, engkau boleh bergembira juga sembari menghela nafas ringan. Namun, mari sejenak kita merenungkan pernyataan Wangari Maathai (1940-2011), aktivis lingkungan hidup dan politik dari Afrika pada 2004 silam."It's the little things citizens do. That's what will make the difference. My little thing is planting trees." (dehfoundation.org)Pernyataan tersebut muncul dari intensi kasih Maathai. Ia menyadari bahwa degradasi lingkungan dan manusia tidak terpisahkan.Regulasi pemerintahan mesti memperhatikan martabat individu masyarakat dan kelestarian lingkungan hidup.Adalah tanggung jawab masyarakat untuk tetap mengawal pemerintah untuk mengelola lingkungan dalam semangat menyembuhkan. Menyembuhkan bumi merupakan bentuk menyembuhkan manusia.Maathai adalah model pemimpin yang berjuang melayani untuk memelihara manusia dan planet ini. Keberanian, kerendahan hati, dan kegigihannya terus menginspirasi para advokat iklim, pendidik, dan penggerak perubahan di seluruh dunia.


(prf/ega)