- Kehidupan warga Desa Meuse, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Aceh masih jauh dari layak pascabanjir Sumatera yang menerjang pada 26 November 2025.Banjir datang dari pagi pada hari itu, dari ketinggian beberapa sentimeter saja hingga mencapai 3 meter dan menenggelamkan hampir seluruh rumah di desa tersebut.Tanpa rumah yang layak huni karena terpendam lumpur, mereka hingga kini masih bertahan di pos-pos pengungsian, termasuk 3 lansia yang mengidap penyakit kronis. Baca juga: Hidup di Pengungsian, Warga Desa Meuse Bireuen Bertahan dengan Mi Instan dan MBGSekretaris desa Zahrul Fuadi mengatakan, total warga di Meuse ada 1.024 jiwa. Dan hingga Selasa , masih sebanyak 750 warga yang bertahan di pengungsian karena rumah mereka rusak parah tertimbun lumpur.Dari ratusan warga itu, ada tiga lansia yang kondisinya sudah sangat renta dan rapuh lantaran mengidap penyakit kronis.Dalam video yang dikirimkan Fuad, tampak seorang kakek yang duduk di teras mushala, tengah mencoba untuk berdiri dengan dibantu oleh seorang lansia wanita."Itu adalah Pak Abdullah, usia 66 tahun yang menderita stroke. Dan yang membantu itu adalah Agustiana, usia 56 tahun yang menderita penyakit gula," papar Fuad kepada Kompas.com, Rabu .Kamera tampak berjalan memasuki ruangan, memperlihatkan seorang nenek tengah berbaring meringkuk di lantai, hanya beralaskan kasur tipis seadanya.Nenek tua itu terlihat melongok sebentar melihat kamera, tanpa senyum, tanda daya,"Itu adalah Ibu Aisyah, berusia 97 tahun yang sudah renta dan sudah tidak bisa bangun lagi," ujar Fuad.Menurut Fuad, ketiga lansia itu sempat dievakuasi ketika air banjir mulai meninggi."Saat air sebatas leher orang dewasa, mereka didorong anak-anaknya di atas kasur untuk dibawa ke tempat aman," cerita Fuad,Sejak bencana datang, mereka bertiga masih bertahan hidup di mushala, dengan stok obat sangat terbatas."Tim dokter berkunjung ke sini beberapa kali. Setiap berkunjung, mereka memberi stok obat untuk tiga hari saja," ujar Fuad menceritakan kondisi warga desanya.Baca juga: Kami Menunggu Hujan Reda untuk Panen, tapi Kini Sawahnya Hilang Tersapu BanjirIstimewa/Dok warga Kondisi dapur umum Desa Meuse yang sederhana.Dilansir dari Kompas.com, Selasa, sejak banjir Sumatera menerjang dan merendam hunian, sebagian besar warga desa bertahan di pengungsian hingga hari ini, hidup dengan pakaian dan menu makanan sehari-hari seadanya.
(prf/ega)
Di Tengah Lumpur Pascabanjir Sumatera, Tiga Lansia di Bireuen Bertahan dengan Obat Terbatas
2026-01-12 02:17:32
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 02:27
| 2026-01-12 02:17
| 2026-01-12 02:13
| 2026-01-12 01:56










































